KUNJUNGAN TIME VERIFIKASI KEMENTRIAN LHK

KUNJUNGAN TIME VERIFIKASI KEMENTRIAN LHK

HUTAN UNTUK RAKYAT Masyarakat  Gumantar Hidup Senang Dan Tenang …!!! SAMANTA- Time Verifikasi dari kementrian LHK  Jakarta bersama KPH Rinjani Barat dan Samanta selaku LSM pendamping melakukan kunjungan dalam rangka mendukung program perhutanan More »

Mendampingi Perekaman Pengurusan Adminduk Gratis

Mendampingi Perekaman Pengurusan Adminduk Gratis

Mitra Peduli Samanta NTT_ Mendampingi masyarakat dalam perekaman KTP yang berlangsung di Desa Meorumba Kec. Kahaungu Eti, Kab. Sumba Timur  NTT ( 1 Juni 2018) lalu. Pengurusan Administrasi Kependudukan akan dilakukan secara More »

DINAS DUKCAPIL  LOMBOK UTARA SIAP MEMBANTU

DINAS DUKCAPIL LOMBOK UTARA SIAP MEMBANTU

Kadis Dukcapil Lombok Utara (Sahabudin) Dukung Layanan Adminduk di Desa Gumantar  “Dukcapil Lombok Utara mendukung inisiatif Samanta bantu masyarakat adat Gumantar mendapatkan kepemilikan adminduk”. Kata Sahabudin. Lombok Utara saat fasdes Program Peduli More »

Lokakarya Sistem Informasi Desa (SID)

Lokakarya Sistem Informasi Desa (SID)

Lombok Utara _Pemerintah Desa Gumantar Bersama masyarakat desa menggelar Lokakarya  sistem informasi desa (SID) untuk pengelolaan basis data terpadu berbasis web yang difasilitasi oleh lembaga suadaya masyarakat (SAMANTA), pada hari kamis (22/3/18).   More »

Pelatihan Media Seri 3 di Desa Gumantar : Menyunting Video

Pelatihan Media Seri 3 di Desa Gumantar : Menyunting Video

Samanta latih 15 pemuda desa Gumantar cara menyunting (editing) video pada pelatihan media sesi 3 di dusun Tenggorong, Gumantar, Lombok Utara (Minggu, 11/2/2018). Mereka merupakan pengurus Sanggar Belajar dari perwakilan dusun Dasan More »

“Pemetaan Areal Kemitraan Kehutanan Desa Gumantar”

“Pemetaan Areal Kemitraan Kehutanan Desa Gumantar”

Pengelolaan hutan berbasis masyarakat (PHBM) dengan skema Kemitraan kehutanan (KK) yang akan diterapkan pada Pengelola Kawasan Hutan di desa Gumantar Kecamatan Kayangan KLU adalah merupakan pola/skema baru yang digagas masyarakat adat Gumantar More »

 

Category Archives: Program Peduli

” Pemulihan Psikososial Bagi Anak-anak Korban Paska Gempa Desa Gumantar”

Foto Pelatiahn Psikososial : Awang (Fasilitator) memberikan arahan pada saat pemulihan psikososial bagi Anak-anak Korban Paska Gempa”

PELATIAHN PSIKOSOSIAL BAGI ANAK-ANAK

Anak-anak yang ada di sekitar Desa Gumantar tentunya banyak yang mengalami trouma pasca gempa besar yang mengguncang Lombok beberapa kali, termasuk di Gumantar. Melihat situasi inilah sehingga The Asia Foundation (TAF) bekerjasama dengan Samanta Foundation Nusa Tenggara Barat (Samanta NTB), memberikan Pelatihan Psikososial Bagi Anak-anak Korban Paska Gempa.

Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari, yaitu senin sampai dengan selasa (8-10 Oktober 2018) di lokasi yang berbeda. Ibu Dian adalah salah satu fasilitator yang memang memiliki kemampuan khusus untuk strategi mengurangi trouma anak-anak yang mengalami musibah atau gempa.

Pada hari pertama, ada 1 topik yang dibahas, yaitu Rasa Aman. Rasa Aman dilakukan dengan cara bermain seperti permainan Rumah Anak, dan juga membuat jam kegiatan.

Topik hari  kedua yaitu Penghargaan Diri dilakukan dengan permainan menggambar kesenangan atau kemampuan.

Untuk hari yang ketiga, ada 3 topik yang dilaksanakan dalam pelatihan tersebut yaitu, Kisah Pribadi, Keterampilan Adaptasi, dan Rencana Mas Depan. Kisah Pribadi dilakukan dengan cara bermain yaitu membuat gambar atau tulisan dari pengalaman saat terjadi gempa. Keterampilan Adaptasi diisi dengan permainan nyebrang kali dengan fasilitas yang minim. Yang terkahir yaitu Rencana Mas Depan yaitu membuat sebuah pemikiran yang baik untuk menjadi tindakan jika terjadi musibah atau gempa lagi.

Dalam setiap topik, terdapat 4 tahapan kegiatan yaitu, pertama pembukaan diisi dengan permainan untuk penyemangat, kedua dengan materi inti, ketiga yaitu refleksi dari kegiatan inti yang dilaksanakan, keempat sebagai penutup ada kegiatan bermain juga.

Pelatihan selama 3 hari diharapkan mampu untuk diterapkan kepada peserta didik ataupun anak yang kita dampingi dimasing-masing lingkungan sekolah atau lingkungan masyarakat, sehingga anak-anak bisa menjalankan aktifitas sekolah atau bermain seperti biasa seperti sebelum terjadi gempa. Anak-anak akan bisa tersenyum dan tertawa lagi, mereka bisa mengembangkan bakat dan keterampilan, serta memiliki kemampuan menghadapi situasi tertentu pada saat terjadi bencana alam atau gempa.

Kegiatan terkahir dari Pelatihan Psikososial bagi  anak-anak adalah menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL). RTL yang telah disepakati yaitu kegiatan kedepan pelatihan psikososial  ini dilakukan lokasi yang sama  minimal bisa adakan 2 kali dalam seminggu disertai dengan simulasi atau praktek.

TAF dan SAMANTA Menyelenggarakan Pelatihan Psikososial Bagi Korban Gempa.

“Pelatihan PSIKOSOSIAL Untuk Kader Desa”

Peduli#Samanta. The Asia Foundation (TAF) dan Samanta menyelenggarakan pelatihan psikososial bagi warga korban gempa di lokasi Program Peduli desa Gumantar, Lombok Utara (9/10/2018). Pelatihan yang diadakan selama 2 hari ini diikuti 12 kader desa.

“Pelatihan bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader desa Gumantar dalam memfasilitasi pelatihan psikososial yang terstruktur”, tutur Suratman, konsultan TAF.

Dia menambahkan, kader desa yang dilatih diharapkan akan melakukan pemulihan psikososial bagi anak-anak korban gempa.

Desa Gumantar salah satu desa terparah akibat gempa beruntun yang menerjang Lombok pada Agustus hingga September 2018. Sebanyak 1.760 (90 %) rumah rusak berat, sedang dan ringan. Sedangkan seluruh gedung fasilitas sekolah, kesehatan dan masjid rusak dan tidak dapat berfungsi.

Jumlah anak usia 7-12 tahun yang terdampak gempa mencapai 833 lebih anak. Anak-anak tinggal di tenda dan hunian darurat. Mereka harus belajar di sekolah darurat dengan sarana yang tidak memadai. Reruntuhan bangunan yang masih berserakan memperburuk perkembangan anak. Kondisi ini tentunya akan berpengaruh buruk terhadap psikologi dan sosial anak.

“Kami sangat mendukung kegiatan pelatihan psikososial ini”, kata Japarti, Kepala Desa Gumantar. Japarti berharap pelatihan psikososial dapat mengidentifikasi permasalahan, potensi dan kebutuhan anak-anak paska gempa.

Pelatihan psikososial melibatkan 2 co-fasilitator dari Samanta, yaitu Isdiana Putri dan Siti Nurhidayati. Ada 5 materi utama pelatihan psikologisosial, di antaranya rasa aman, pengenalan diri, kisah pribadi, keterampilan adaptasi dan  menyusun rencana masa depan.

Paska pelatihan psikososial, Samanta akan melakukan kegiatan pemulihan psikososial anak-anak korban gempa usia 10-17 tahun di desa Gumantar. Pemulihan psikososial akan dilakukan di dusun Gumantar, Tenggrorong dan Dasan Belek. Tidak kurang dari 100 anak akan mendapatkan manfaat dari kegiatan pemulihan psikososial itu.

Mendampingi Perekaman Pengurusan Adminduk Gratis

Mitra Peduli Samanta NTT_ Mendampingi masyarakat dalam perekaman KTP yang berlangsung di Desa Meorumba Kec. Kahaungu Eti, Kab. Sumba Timur  NTT ( 1 Juni 2018) lalu.

Pengurusan Administrasi Kependudukan akan dilakukan secara gratis oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Sumba Timur, berkerjasama dengan Pemdes (Sumtim) NTT sesuai Undang-Undang No. 24 Tahun 2013 Tentang Perubahan atas UU No. 23 Tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan (Adminduk).

Dalam perekaman tersebut Kepala Dispenduk Capil juga mengharapkan semua pihak agar bekerja sama dengan baik dalam membantu masyarakat mengurus Adminduk, sehingga tidak ada lagi warga yang tidak memiliki identitas karena tidak ada pemungutan biaya lagi.

DINAS DUKCAPIL LOMBOK UTARA SIAP MEMBANTU

Kadis Dukcapil Lombok Utara (Sahabudin) Dukung Layanan Adminduk di Desa Gumantar

 “Dukcapil Lombok Utara mendukung inisiatif Samanta bantu masyarakat adat Gumantar mendapatkan kepemilikan adminduk”. Kata Sahabudin. Lombok Utara saat fasdes Program Peduli Samanta. Maidianto menemui di kantornya (1/6/2018).

“Memaksimalkan layanan adminduk merupakan kewajiban kita”. tambahnya. Dukcapil telah lama memaksimalkan layanan adminduk. termasuk turun jemput bola ke desa, terutama bagi penyandang disabilitas. Dalam pertemuan itu, fasdes Progrm Peduli menyampaikan bahwa kegiatan fasilitasi masyarakat adat Gumantar mendapatkan administrasi kependudukan (KTP, kartu KK. akte kelahiran.akta nikah).

  “Samanta akan fasilitasi masyarakat adat Gumantar mendapatkan KTP, kartu KK, akte kelahiran, dan akta nikah “, kata Maidianto. Fasilitasi layanan adminduk merupakan kegiatan utama Program Peduli Samanta di desa Gumantar. Samanta perlu membangun kerjasama dengan para pihak untuk mempercepat layanan adminduk. Saat ini, Samanta telah menyiapkan data penduduk desa Gumantar yang belum memiliki dokumen kependudukan.

 Sementara, salah satu Kabid Dinas Dukcapil mengatakan,”Kegiatan pendataan kepemilikan dokumen kependudukan oleh Samanta cukup tepat dan akan melengkapi data Dinas Dukcapil”. Dia menambahkan, pendataan kepemilikan dokumen kependudukan itu akan memutahirkan data kependudukan Dinas Dukcapil. Lombok Utara.

#Peduli-Samanta#

Lokakarya Sistem Informasi Desa (SID)

Lombok Utara _Pemerintah Desa Gumantar Bersama masyarakat desa menggelar Lokakarya  sistem informasi desa (SID) untuk pengelolaan basis data terpadu berbasis web yang difasilitasi oleh lembaga suadaya masyarakat (SAMANTA), pada hari kamis (22/3/18).

  Bertempat di Aula kantor desa gumantar Lombok Utara, kegiatan lokakarya tersebut dilaksanakan selama 1 hari dan dibuka oleh Kepala Desa, Japarti,  dengan  narasumber dari Samanta, Herman (PO) samanta. Melihat sejumlah persoalan yang terjadi di beberapa desa di lombok utara contoh minimnya informasi yang disajikan di desa. Untuk itu, keterbukaan informasi publik di desa menjadi salah satu elemen penting yang harus diwujudkan melalui sistem sistem informasi desa.

Sementara di Kabupaten lombok utara saat ini masih mengadopsi sistem informasi desa berbasis offline, oleh karenanya segenap pihak yang terlibat dalam pengelolaan sistem informasi desa di Gumantar diharapkan mampu mereplikasi kiat-kiat Desa Gumantar sebagai daerah yang telah berhasil mengaplikasikan sistem informasi desa berbasis web. Dikatakan oleh Herman sistem informasi berbasis web ini akan sangat memudahkan bagi pemutakhiran data yang didapat menjadi data tunggal yang valid “Saya sangat mengapresiasi,  terhadap peserta  lokakarya seperti ini, karena semangatnya sama untuk membangun satu data. “Sekarang media offline itu relatif orang jarang yang mau buka karena perlu waktu perlu biaya kemudian informasinya terlambat. Tetapi jika media online hari itu ketika diupdate informasinya langsung bisa dibuka dimanapun bisa tidak harus mencari dalam arti tidak perlu mencari sumbernya.

Kemudian yang ketiga lebih murah cukup dengan android yang di isi paket data itu dimanapun bisa dipakai, itu semua menjadi tantangan yang harus disikapi kedepan,” imbuhnya. Sistem informasi desa berbasis web ini mempunyai banyak sekali keunggulan yang diperoleh seperti penyelenggaraan kantor desa yang efektif dan efisien, pemerintahan desa yang transparan dan akuntabel, dan juga warga mendapatkan akses yang lebih baik dan mudah dalam memperoleh informasi tentang desanya.
Diharapkan usai mengikuti lokakarya ini  pengelola sistem informasi desa baik itu administrator dan operator di  desa dapat mengimplementasikan ilmu yang didapat guna memberikan pelayanan publik yang lebih baik untuk masyarakat desa Gumantar.

#Peduli-Samanta#

Pelatihan Media Seri 3 di Desa Gumantar : Menyunting Video

"Peserta Pelatihan Media Seri 3 Di Desa Gumantar"

“Peserta Pelatihan Media Seri 3 Di Desa Gumantar”

Samanta latih 15 pemuda desa Gumantar cara menyunting (editing) video pada pelatihan media sesi 3 di dusun Tenggorong, Gumantar, Lombok Utara (Minggu, 11/2/2018). Mereka merupakan pengurus Sanggar Belajar dari perwakilan dusun Dasan Belek, Dasan Tereng, Tenggorong dan Gumantar.

Peserta pelatihan semangat dan serius karena metode pelatihan menggunakan visualisasi film. Objek contoh penyuntingan adalah cuplikan film “Ada apa dengan cinta” yang dibintangi Dian Sastro. Berbagai cuplikan film lain menjadi contoh cara menyunting film, di antaranya Batman: The Darkness  dan “Star Wars”.

“Pelatihan ini bagus karena selama ini kami tahunya hanya nonton film”, kata salah seorang anggota Sanggar Belajar, Karyadi.

Materi pelatihan penyuntingan di antaranya pengertian editing, tujuan, komposisi pengambilan gambar, sudut pengambilan gambar, dan kesinambungan pengambilan gambar/suara. Meteri-materi pelatihan itu cukup asing bagi peserta. Metode menjelaskan dengan cuplikan film membuat peserta lebih mudah memahami materi pelatihan.

Samanta menghadirkan dua jurnalis dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Mataram, Latief Apriaman dan Fitri Rahmawati. Mereka merupakan jurnalis kawakan di NTB. Saat ini mereka sebagai jurnalis TV 9 dan Kompas.

“Pemetaan Areal Kemitraan Kehutanan Desa Gumantar”

Foto " Pertemuan Tim Pemetaan Areal Kemitraan Kehutanan"

Foto ” Pertemuan Tim Pemetaan Areal Kemitraan Kehutanan”

Pengelolaan hutan berbasis masyarakat (PHBM) dengan skema Kemitraan kehutanan (KK) yang akan diterapkan pada Pengelola Kawasan Hutan di desa Gumantar Kecamatan Kayangan KLU adalah merupakan pola/skema baru yang digagas masyarakat adat Gumantar bersama BKPH Rinbar Pentas Lombok, pada tanggal 1 Agustus 2017, bertempat di Gedung Serbaguna Gumantar, masyarakat bersama KPH, Pemdes dan melalui mitra program peduli SAMANTA selaku lembaga pendamping mengadakan Pertemuan Para Pihak Guna Sosialisasi Kemitraan Kehutanan dan menyepakati skema tersebut untuk diterapkan di Desa Gumantar, bersamaan pada waktu itu juga dibahas mekanisme pengusulan yaitu masyarakat harus menyiapkan Naskah Kesepakatan Kerjasama yang NKK tersebut.
Setelah melalui beberapa proses, Kelompok Tani Hutan (KTH) sudah terbentuk oleh masyarakat penggarap Kawasan pada tanggal 7 Oktober 2017 dengan menyepakati KTH yaitu Gapoktan Sangapati sebagai lembaga pengelola Kawasan. Melalui pola Kemitraan Kehutanan ini Pengelolaan kawasan hutan kemasyarakatan dengan mengutamakan prinsip pelestarian lingkungan diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat adat secara berkelanjutan.

“Pertemuan Pemuda Adat Desa Gumantar Menyusn Kebutuhan Kegiatan Sanggar”

Foto" Pertemuan Pemuda Adat Desa Gumantar"

Foto” Pertemuan Pemuda Adat Desa Gumantar”

Pemuda,pemudi Desa Gumantar menunjukan semangat yang tinggi dan partisipasi mereka dalam mewujudkan cita-cita mereka dalam menyusun kebutuhan kegiatan sanggar dan membuat  Taman Baca Masyarakat Adat (TBMA) Desa Gumantar.( 18/1/18)

RATMAYU, Pioner Perubahan

_mg_0377jhkjhWajah Ratmayu me­nyinarkan kebaha­giaan dan kebanggaan. Bapak satu putri ini te­lah berhasil mengajak warga Dusun Tumpang Sari, Desa Mekar Sari bermusyawarah memperbaiki pipa air minum. Ini salah satu pencapaian kerja sebagai Kepala Dusun (Kadus).
Tahun 2011, dia terpilih menjadi Kepala Dusun Tumpang Sari. Sejak diangkat menjadi kepala dusun Tumpang Sari, Ratmayu tidak pernah berhasil mengajak warganya untuk gotong-royong. Dari sejak awal Ratmayu merasakan ada yang salah de­ngan permasalan di dusunnya, tetapi selama ini Ratmayu mengalami ke­sulitan harus memulai dari mana untuk menemukan akar permasalahan dan bagaimana cara mengatasinya. Sebagai kepala dusun, dia adalah aktor kunci penghubung Program Peduli yang dilakukan bersama Samanta yang bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat atas pelayanan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.
Masyarakat Dusun Tumpang Sari karakteristik masyarakatnya adalah apriori terhadap kondisi sosial. Samanta menganggap kondisi ter­sebut menjadi tantangan utama dalam mengimplementasikan program. Awalnya, Ratmayu diprediksikan mampu menjadi pioner program, mengingat dia kepala dusun yang diharapkan memberikan pengaruh besar di Dusun Tumpang Sari. Fakta­nya, instruksi Ratmayu tidak di­dengarkan masyarakat. Pendamping bersama Ratmayu berdiskusi intensif dalam meningkatkan pengetahuan menyelesaikan masalah. Ratmayu bersama fasilitator, belajar bersama tentang teknik menemukan dan mengenali masalah, menyusun pe­rencanaan, mengorganisir, mengumpulkan warga masa, pembangunan partisipatif dan keterampilan penangan konflik.
Pengetahuan dan pengalaman tersebut diterapkan Ratmayu. Dia turun lapangan untuk menyerap permasalahan dan aspirasi warga. Proses tersebut dilakukan selama sebulan, dengan temuan isu terkait air bersih. Masalah air bersih menimbulkan partisipasi masyarakat meningkat. Warga berinisiatif melakukan musyawarah tentang penanganan air bersih. Inisiatif tersebut dilaksanakan Ratmayu dengan menyelenggarakan musyawarah warga Dusun Tumpang Sari pada 28 Maret 2015. Musyawarah yang dipimpin Ratmayu menghasilkan kesepakatan bersama. Masyarakat bersepakat untuk berswadaya, berupa tenaga, konsumsi dan mengeluarkan uang sebanyak Rp 5.000/KK (153 KK). Uang yang terkumpul digunakan untuk memperbaiki pipa air yang rusak dan membangun bak pembagian. Setelah satu minggu setelah musyawarah, warga Dusun Tumpang Sari mulai bergotong-royong memperbaiki pipa dan membangun satu bak pembagian. Warga menikmati layanan air bersih. Dampaknya, suara Ratmayu sekarang lebih didengarkan warganya.
Selain itu pemerintah Desa Mekar Sari mulai melibatkan masyarakat Dusun Tumpang Sari dalam musyawarah desa. Temuan monitoring pendamping, 7 perwakilan masyarakat Dusun Tumpang Sari sudah mulai dilibatkan dalam musyawarah desa. Mereka yaitu Sabirin, Senin, Enep, dan Amq Makripat (perwakilan gapoktan Tumpang Sari), dan Inaq Solihan mewa­kili kader posyandu. Sebagai perwakilan ma­syarakat mis­kin, (kelompok pemanfaat langsung program) kepala dusun mendele­gasikan Masturi dan Inaq Murni.
Dalam tahapan Musrembangdes diantaranya mulai dari penyusunan program, penentuan skala prioritas program, penganggaran sampai pada jadwal pelaksanaan program, ke 7 perwakilan dari Tumpang Sari ini selalu dilibatkan. Perubahan yang cukup besar dirasakan bahwa dari perwakilan dusun ini mulai berani mengaspirasikan dan memperjuangkan kepentingan dusun. Hasil monitoring pendamping dilihat dari hasil notulensi rapat-rapat, beberapa prioritas program salah satu berhasil diperjuangkan adalah pembangunan jalan menuju dusun Tumpang Sari.
Sebagai tahap awal perubahan tersebut kami pandang sangatlah penting, karena dengan dilibatkannya perwakilan berbagai unsur dari Dusun, membuat kepercayaan diri terutama kepala dusun dan orang-orang yang dipilih semakin meningkat. Demikian juga dengan masyarakat dusun pada umumnya semakin meningkat kepercayaan dirinya, dan semangat keswadayaan warga dusun, yang sebelumnya dipandang selalu apriori terhadap program-program pemerintah. Namun demikian, diperlukan perubahan pendukung lainnya, yaitu menumbuhkan kesadaran kritis masyarakat agar masalah pendidikan, kesehatan, dan ekonomi dapat terakomodasi pemerintah desa, pemerintah kecamatan, dan pemerintah kabupaten. (*)

RATMAYU, Pioner Perubahan

_mg_0377jhkjh

Ratmayu, Kadus Tumpang Sari

Wajah Ratmayu me­nyinarkan kebaha­giaan dan kebanggaan. Bapak satu putri ini te­lah berhasil mengajak warga Dusun Tumpang Sari, Desa Mekar Sari bermusyawarah memperbaiki pipa air minum. Ini salah satu pencapaian kerja sebagai Kepala Dusun (Kadus).
Tahun 2011, dia terpilih menjadi Kepala Dusun Tumpang Sari. Sejak diangkat menjadi kepala dusun Tumpang Sari, Ratmayu tidak pernah berhasil mengajak warganya untuk gotong-royong. Dari sejak awal Ratmayu merasakan ada yang salah de­ngan permasalan di dusunnya, tetapi selama ini Ratmayu mengalami ke­sulitan harus memulai dari mana untuk menemukan akar permasalahan dan bagaimana cara mengatasinya. Sebagai kepala dusun, dia adalah aktor kunci penghubung Program Peduli yang dilakukan bersama Samanta yang bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat atas pelayanan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.