Temu Usaha “Proyek Membangun Wirausaha Perhutanan Sosial yang Produktif dan Berkelanjutan di Provinsi NTB”

Temu Usaha “Proyek Membangun Wirausaha Perhutanan Sosial yang Produktif dan Berkelanjutan di Provinsi NTB”

SAMANTA_Salah satu hasil dari proyek MCAI “Membangun Wirausaha Perhutanan Sosial yang Produktif dan Berkelanjutan di Lombok Tengah, Provinsi NTB” adalah terbentuknya 3 kelompok usaha ekonomi, yaitu Titian Rinjani, Suli Asli dan Maju More »

SAMANTA Distribusi Bibit Kopi

SAMANTA Distribusi Bibit Kopi

“Semanget Menuju Perubahan“ Samanta NTB, sebagai rangkaian tindak lanjut kegiatan  melalui Program  “Kemakmuran Hijau” yang dilaksanakan oleh Samanta berkerja sama dengan Kemitraan dan didukung oleh MCA-I, pada hari selasa, 23 Mei 2017 More »

Desa Rempek Mendapat Kunjungan Dari 8 Negara

Desa Rempek Mendapat Kunjungan Dari 8 Negara

Pada Hari Kamis, 18 Mei 2017 , Rempek salah satu Desa Kabupaten Lombok Utara yang telah menjalan kan Program  Kemitraan Kehutanan (KK) sejak tahun 2013. Latar belakang masuknya Kemitraan Kehutanan Desa Rempek More »

Pembagian Bantuan Bibit Sengon Dari SAMANTA

Pembagian Bantuan Bibit Sengon Dari SAMANTA

Tahun 2016-2017 Yayasan Masyarakat Nusa Tenggara (SAMANTA), melalui Program  “Kemakmuran Hijau” atau Kebun Bibit Desa (KBD), yang dilaksanakan oleh Samanta berkerja sama dengan Kemitraan dan didukung oleh MCA-I, telah membagikan bantuan bibit More »

“Pertemuan Asistensi Kelompok Usaha”

“Pertemuan Asistensi Kelompok Usaha”

Samanta NTB- sebagai rangkaian tindak lanjut kegiatan  melalui Program  “Kemakmuran Hijau” yang dilaksanakan oleh Samanta berkerja sama dengan Kemitraan dan didukung oleh MCA-I,  Pada hari senin dan Selasa tanggal 8 – 9 More »

“Lokakarya Pembentukan Kelompok Usaha”

“Lokakarya Pembentukan Kelompok Usaha”

Pada Hari Senin dan Selasa Tanggal 10 – 11 April 217 yang lalau Yayasan Masyarakat Nusa Tenggara (SAMANTA), melalui Program  “Kemakmuran Hijau” yang dilaksanakan oleh Samanta berkerja sama dengan Kemitraan dan didukung More »

 

Category Archives: News

Temu Usaha “Proyek Membangun Wirausaha Perhutanan Sosial yang Produktif dan Berkelanjutan di Provinsi NTB”

IMG_2581

Peserta Temu Usaha Melihat dan Mencicipi Langsung Hasil Produk Kelompok

SAMANTA_Salah satu hasil dari proyek MCAI “Membangun Wirausaha Perhutanan Sosial yang Produktif dan Berkelanjutan di Lombok Tengah, Provinsi NTB” adalah terbentuknya 3 kelompok usaha ekonomi, yaitu Titian Rinjani, Suli Asli dan Maju Bersama. Saat ini ketiga kelompok usaha telah memiliki Sertifikat Produksi PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga). Ada 6 Sertifikat Produksi PIRT yang dimiliki 3 kelompok usaha, dengan jenis produk di antaranya:

 1. Kelompok Titian Rinjani dengan serifikat untuk jenis produk hasil olahan buah dan biji-bijian dan umbi, olahan  buah dan olahan tepung.

 2. KWT Suli Asli dengan serifikat untuk jenis produk hasil olahan biji-bijian dan umbi dan olahan buah.

 3. Kelompok Industri Pengolahan Kacang Mete “Mareje” dengan serifikat untuk jenis produk hasil olahan biji-  bijian dan umbi.

Dwi Sudarsono (Direktur Samanta) menyampaikan pengurus ke tiga kelompok usaha tersebut telah mengikuti berbagai pelatihan, study banding dan magang dengan berbagai materi, seperti pengolahan (processing), pengemasan, pemasaran dan sebagainya. Mereka juga telah memiliki rumah produksi dan berbagai peralatan produksi dan pengolahan. Bahkan meraka telah memiliki kemasan (lebel) produk dengan standar yang memenuhi pasar menengah atas.

Salah satu tujuan acara Temu Usaha ini akan mempertemukan 3 kelompok usaha dengan para pengusaha/pembeli potensial yang diharapkan membeli produk kelompok. Selain itu, temu usaha juga mengundang aparat dari lembaga pemerintah daerah terkait. Mereka akan bertemu untuk membahas standar produk, harga, cara jual beli, dan sebagainya.

Dari penjelasan Dwi Sudarsono, penjualan merupakan factor kunci keberhasilan sebuah usaha. Sebagus dan sebaik apapun standar produk usaha, jika tidak terjual, maka akan mengalami kegagalan. Persoalan yang dihadapi oleh kelompok usaha adalah jaringan pasar terbatas, bahkan ada kleompok yang belum memiliki jaringan pasar. Oleh karena itu, kelompok membutuhkan jaringan pasar yang secara konsisten membeli produk kelompok sehingga produk kelompok dapat dijual dalam skala lebih luas.

SAMANTA Distribusi Bibit Kopi

IMG_6515
"Rosidin Semanget Mengangkat Bibit Kopi"

“Rosidin Semanget Mengangkat Bibit Kopi”

Semanget Menuju Perubahan

Samanta NTB, sebagai rangkaian tindak lanjut kegiatan  melalui Program  “Kemakmuran Hijau” yang dilaksanakan oleh Samanta berkerja sama dengan Kemitraan dan didukung oleh MCA-I, pada hari selasa, 23 Mei 2017 , sebanyak 7000 bibit kopi akan dibagikan ke 25 kelompok petani dan masing-masing petani  mendapatkan 280 bibit kopi.

Desa Rempek Mendapat Kunjungan Dari 8 Negara

ew
"Peserta 8 Negara Mengunjungi Lokasi KK Desa Rempek"

“Peserta 8 Negara Mengunjungi Lokasi KK Desa Rempek”

Pada Hari Kamis, 18 Mei 2017 , Rempek salah satu Desa Kabupaten Lombok Utara yang telah menjalan kan Program  Kemitraan Kehutanan (KK) sejak tahun 2013.

Latar belakang masuknya Kemitraan Kehutanan Desa Rempek ialah masyarakat desa rempek yang sebagian dari mereka dengan terpaksa merambah hutan untuk bertahan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak mereka.

Pembagian Bantuan Bibit Sengon Dari SAMANTA

Penyiapan dan Distribusi Bibit dari Tempat Pembibitan ke Lokasi Penanaman
Penyiapan dan Distribusi Bibit dari Tempat Pembibitan ke Lokasi Penanaman

Penyiapan dan Distribusi Bibit dari Tempat Pembibitan ke Lokasi Penanaman

Tahun 2016-2017 Yayasan Masyarakat Nusa Tenggara (SAMANTA), melalui Program  “Kemakmuran Hijau” atau Kebun Bibit Desa (KBD), yang dilaksanakan oleh Samanta berkerja sama dengan Kemitraan dan didukung oleh MCA-I, telah membagikan bantuan bibit sengon kepada kelompok tani bina’an serta masyarakat sebanyak 100.000 benih sengon.

“Pertemuan Asistensi Kelompok Usaha”

1
(foto Moh) " Pertemuan Asistensi Kelompok Usaha"

(foto Moh) ” Pertemuan Asistensi Kelompok Usaha”

Samanta NTB- sebagai rangkaian tindak lanjut kegiatan  melalui Program  “Kemakmuran Hijau” yang dilaksanakan oleh Samanta berkerja sama dengan Kemitraan dan didukung oleh MCA-I,  Pada hari senin dan Selasa tanggal 8 – 9 Mei  2017 yang lalu telah dilakukan kegiatan pertemuan asistensi kelompok usaha  di 2 tempat diantarana, Dusun Pemotoh Barat Desa Aik berik dan Dusun Lantan Daye Desa Lantan  Batu Kliang Utara Lombok Tengah.

“Lokakarya Pembentukan Kelompok Usaha”

IMG_6412
"Herman_ (Pendamping Lapangan) Memberikan Penjelasan pada Peserta Lokakarya"

Foto_”Herman_ (Pendamping Lapangan) Memberikan Penjelasan pada Peserta Lokakarya”

Pada Hari Senin dan Selasa Tanggal 10 – 11 April 217 yang lalau Yayasan Masyarakat Nusa Tenggara (SAMANTA), melalui Program  “Kemakmuran Hijau” yang dilaksanakan oleh Samanta berkerja sama dengan Kemitraan dan didukung oleh MCA-I, melakukan kegitan Loka Karya Pembentukan Kelompok Usaha dimana lokakarya tersebut dilakukan di 2 Desa diantaranya, Dusun Pemotoh Tengak Desa Aik Berik dan Dusun Lantan Daye Desa Lantan, Kecamatan Batu Kliang Utara Kabupaten Lombok Tengah.

Proses Pembuatan Kripek Bersama Anggota Kelompok Usaha “TiTiaN RiNjAnI”

20170320_144731

(Foto/Muh/2017) Kelompok Usaha “Titian Rinjani”

Pada Hari Selasa, 21 Maret 2017_ Antusias ibu-ibu  Desa Lantan Batu Kliang Utara Lombok Tengah  Dalam Proses Pembuatan Kripek Pisang.

Sebagai rangkaian dari program “Kemakmuran Hijau” yang dilaksanakan oleh Samanta berkerja sama dengan Kemitraan dan didukung oleh MCA-I, sebagai salah satu rangakaina Kegiatan Samanta adalah pembentukan Kelompok Wanita Trampil (KWT) salah satu kelompok ibu-ibu yang diberi nama “TITIAN RINJANI”, tujuan utama dibentuk kelompok ini sebagai wadah tempat ibu-ibu menyalurkan bakat dan tempat saling berbagi ilmu yang mana sebagian ibu-ibu yang sebelumnya tidak punya kegiatan kesehariannya menjadi ada setelah dibentuknya kelompok Titian Rinjani ini kata (Ibu Miwarni) selaku ketua kelompok.

Pelatihan Kopi Sambung Di Lombok Tengah

"Peserta Melihat Langsung Pengupasan Kulit Batang Induk Yang Akan di sambung"
"Peserta Melihat Langsung Pengupasan Kulit Batang Induk Yang Akan di sambung"

“Peserta Melihat Langsung Pengupasan Kulit Batang Induk Yang Akan di sambung”

SAMANTA_ Pada tahun 2007 , kemntrian kehutanan mengeluarkan SK Penetapan Area kerja HKM seluas 1,800,09 ha , meliputi desa Aik Berik, Lantan, Karang Sidemen dan Seteling. Ke empat lokasi HKm tersebut berada di hutan lindung. Pada tahun 2009, Bupati Lombok Tengah memberikan Ijin Usaha Pemanfaatan HKm (IUPHKm) kepada Koperasi Serba Mele Maju desa Lantan seluas 337,33 Ha dengan jumlah anggota 599 orang petani. Sedangkan IUPHKm desa Aik Berik diberikan pada tahun 2010 kepada Kelompok Rimba Lestari seluas 480 ha dengan anggota 1,261 orang petani.

Strategi Mewujudkan Perubahan Petani HTR & HKm Lombok Tengah

Hasil Pembuatan Teras
Hasil Pembuatan Teras

MoH Hizam ( Foto Hasil Pembuatan Teras)

SAMANTA Foundation – Sebagai rangkaian dari program ” Kemakmuran Hiaju” yang dilaksanakan oleh SAMANTA berkerja sama dengan kemitraan dan didukung oleh MCAI, Masyarakat Petani HTR  Desa Batu Jangkih dan Petani HKm Desa Aik Berik dan Desa Lantan melakukan kegiatan ” Pelatiahan Wanatani”  yang dilaksanakan di masing-masing desa. ( 12/3/2017)

RATMAYU, Pioner Perubahan

12189885_876359872460920_8824402482064198768_n

_mg_0377jhkjhWajah Ratmayu me­nyinarkan kebaha­giaan dan kebanggaan. Bapak satu putri ini te­lah berhasil mengajak warga Dusun Tumpang Sari, Desa Mekar Sari bermusyawarah memperbaiki pipa air minum. Ini salah satu pencapaian kerja sebagai Kepala Dusun (Kadus).
Tahun 2011, dia terpilih menjadi Kepala Dusun Tumpang Sari. Sejak diangkat menjadi kepala dusun Tumpang Sari, Ratmayu tidak pernah berhasil mengajak warganya untuk gotong-royong. Dari sejak awal Ratmayu merasakan ada yang salah de­ngan permasalan di dusunnya, tetapi selama ini Ratmayu mengalami ke­sulitan harus memulai dari mana untuk menemukan akar permasalahan dan bagaimana cara mengatasinya. Sebagai kepala dusun, dia adalah aktor kunci penghubung Program Peduli yang dilakukan bersama Samanta yang bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat atas pelayanan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.
Masyarakat Dusun Tumpang Sari karakteristik masyarakatnya adalah apriori terhadap kondisi sosial. Samanta menganggap kondisi ter­sebut menjadi tantangan utama dalam mengimplementasikan program. Awalnya, Ratmayu diprediksikan mampu menjadi pioner program, mengingat dia kepala dusun yang diharapkan memberikan pengaruh besar di Dusun Tumpang Sari. Fakta­nya, instruksi Ratmayu tidak di­dengarkan masyarakat. Pendamping bersama Ratmayu berdiskusi intensif dalam meningkatkan pengetahuan menyelesaikan masalah. Ratmayu bersama fasilitator, belajar bersama tentang teknik menemukan dan mengenali masalah, menyusun pe­rencanaan, mengorganisir, mengumpulkan warga masa, pembangunan partisipatif dan keterampilan penangan konflik.
Pengetahuan dan pengalaman tersebut diterapkan Ratmayu. Dia turun lapangan untuk menyerap permasalahan dan aspirasi warga. Proses tersebut dilakukan selama sebulan, dengan temuan isu terkait air bersih. Masalah air bersih menimbulkan partisipasi masyarakat meningkat. Warga berinisiatif melakukan musyawarah tentang penanganan air bersih. Inisiatif tersebut dilaksanakan Ratmayu dengan menyelenggarakan musyawarah warga Dusun Tumpang Sari pada 28 Maret 2015. Musyawarah yang dipimpin Ratmayu menghasilkan kesepakatan bersama. Masyarakat bersepakat untuk berswadaya, berupa tenaga, konsumsi dan mengeluarkan uang sebanyak Rp 5.000/KK (153 KK). Uang yang terkumpul digunakan untuk memperbaiki pipa air yang rusak dan membangun bak pembagian. Setelah satu minggu setelah musyawarah, warga Dusun Tumpang Sari mulai bergotong-royong memperbaiki pipa dan membangun satu bak pembagian. Warga menikmati layanan air bersih. Dampaknya, suara Ratmayu sekarang lebih didengarkan warganya.
Selain itu pemerintah Desa Mekar Sari mulai melibatkan masyarakat Dusun Tumpang Sari dalam musyawarah desa. Temuan monitoring pendamping, 7 perwakilan masyarakat Dusun Tumpang Sari sudah mulai dilibatkan dalam musyawarah desa. Mereka yaitu Sabirin, Senin, Enep, dan Amq Makripat (perwakilan gapoktan Tumpang Sari), dan Inaq Solihan mewa­kili kader posyandu. Sebagai perwakilan ma­syarakat mis­kin, (kelompok pemanfaat langsung program) kepala dusun mendele­gasikan Masturi dan Inaq Murni.
Dalam tahapan Musrembangdes diantaranya mulai dari penyusunan program, penentuan skala prioritas program, penganggaran sampai pada jadwal pelaksanaan program, ke 7 perwakilan dari Tumpang Sari ini selalu dilibatkan. Perubahan yang cukup besar dirasakan bahwa dari perwakilan dusun ini mulai berani mengaspirasikan dan memperjuangkan kepentingan dusun. Hasil monitoring pendamping dilihat dari hasil notulensi rapat-rapat, beberapa prioritas program salah satu berhasil diperjuangkan adalah pembangunan jalan menuju dusun Tumpang Sari.
Sebagai tahap awal perubahan tersebut kami pandang sangatlah penting, karena dengan dilibatkannya perwakilan berbagai unsur dari Dusun, membuat kepercayaan diri terutama kepala dusun dan orang-orang yang dipilih semakin meningkat. Demikian juga dengan masyarakat dusun pada umumnya semakin meningkat kepercayaan dirinya, dan semangat keswadayaan warga dusun, yang sebelumnya dipandang selalu apriori terhadap program-program pemerintah. Namun demikian, diperlukan perubahan pendukung lainnya, yaitu menumbuhkan kesadaran kritis masyarakat agar masalah pendidikan, kesehatan, dan ekonomi dapat terakomodasi pemerintah desa, pemerintah kecamatan, dan pemerintah kabupaten. (*)