Mendampingi Perekaman Pengurusan Adminduk Gratis

Mendampingi Perekaman Pengurusan Adminduk Gratis

Mitra Peduli Samanta NTT_ Mendampingi masyarakat dalam perekaman KTP yang berlangsung di Desa Meorumba Kec. Kahaungu Eti, Kab. Sumba Timur  NTT ( 1 Juni 2018) lalu. Pengurusan Administrasi Kependudukan akan dilakukan secara More »

DINAS DUKCAPIL  LOMBOK UTARA SIAP MEMBANTU

DINAS DUKCAPIL LOMBOK UTARA SIAP MEMBANTU

Kadis Dukcapil Lombok Utara (Sahabudin) Dukung Layanan Adminduk di Desa Gumantar.  “Dukcapil Lombok Utara mendukung inisiatif Samanta bantu masyarakat adat Gumantar mendapatkan kepemilikan adminduk”. Kata Sahabudin. Lombok Utara saat fasdes Program Peduli More »

Lokakarya Sistem Informasi Desa (SID)

Lokakarya Sistem Informasi Desa (SID)

Lombok Utara _Pemerintah Desa Gumantar Bersama masyarakat desa menggelar Lokakarya  sistem informasi desa (SID) untuk pengelolaan basis data terpadu berbasis web yang difasilitasi oleh lembaga suadaya masyarakat (SAMANTA), pada hari kamis (22/3/18).   More »

Pelatihan Media Seri 3 di Desa Gumantar : Menyunting Video

Pelatihan Media Seri 3 di Desa Gumantar : Menyunting Video

Samanta latih 15 pemuda desa Gumantar cara menyunting (editing) video pada pelatihan media sesi 3 di dusun Tenggorong, Gumantar, Lombok Utara (Minggu, 11/2/2018). Mereka merupakan pengurus Sanggar Belajar dari perwakilan dusun Dasan More »

“Pemetaan Areal Kemitraan Kehutanan Desa Gumantar”

“Pemetaan Areal Kemitraan Kehutanan Desa Gumantar”

Pengelolaan hutan berbasis masyarakat (PHBM) dengan skema Kemitraan kehutanan (KK) yang akan diterapkan pada Pengelola Kawasan Hutan di desa Gumantar Kecamatan Kayangan KLU adalah merupakan pola/skema baru yang digagas masyarakat adat Gumantar More »

“Pertemuan Pemuda Adat Desa Gumantar Menyusn Kebutuhan Kegiatan Sanggar”

“Pertemuan Pemuda Adat Desa Gumantar Menyusn Kebutuhan Kegiatan Sanggar”

Pemuda,pemudi Desa Gumantar menunjukan semangat yang tinggi dan partisipasi mereka dalam mewujudkan cita-cita mereka dalam menyusun kebutuhan kegiatan sanggar dan membuat  Taman Baca Masyarakat Adat (TBMA) Desa Gumantar.( 18/1/18) More »

 

Category Archives: News

Mendampingi Perekaman Pengurusan Adminduk Gratis

Gambar 1. Yohanis Landu Praing (Fasdes Program Peduli Samanta) Mendampingi Perekaman  E KTP di Desa Meorumba Kec. Kahaungu Eti, Kab. Sumba Timur , NTT, ( 1 Juni 2018)

Mitra Peduli Samanta NTT_ Mendampingi masyarakat dalam perekaman KTP yang berlangsung di Desa Meorumba Kec. Kahaungu Eti, Kab. Sumba Timur  NTT ( 1 Juni 2018) lalu.

Pengurusan Administrasi Kependudukan akan dilakukan secara gratis oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Sumba Timur, berkerjasama dengan Pemdes (Sumtim) NTT sesuai Undang-Undang No. 24 Tahun 2013 Tentang Perubahan atas UU No. 23 Tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan (Adminduk).

Dalam perekaman tersebut Kepala Dispenduk Capil juga mengharapkan semua pihak agar bekerja sama dengan baik dalam membantu masyarakat mengurus Adminduk, sehingga tidak ada lagi warga yang tidak memiliki identitas karena tidak ada pemungutan biaya lagi.

DINAS DUKCAPIL LOMBOK UTARA SIAP MEMBANTU

Gambar 1. Sahabudin (kanan) Kepala Dinas Dukcapil KLU saat ditemui Fasdes Gumantar di kantornya. Kr. Kates, 1 Juni 2018

Kadis Dukcapil Lombok Utara (Sahabudin) Dukung Layanan Adminduk di Desa Gumantar.

 “Dukcapil Lombok Utara mendukung inisiatif Samanta bantu masyarakat adat Gumantar mendapatkan kepemilikan adminduk”. Kata Sahabudin. Lombok Utara saat fasdes Program Peduli Samanta. Maidianto menemui di kantornya (1/6/2018).

“Memaksimalkan layanan adminduk merupakan kewajiban kita”. tambahnya. Dukcapil telah lama memaksimalkan layanan adminduk. termasuk turun jemput bola ke desa, terutama bagi penyandang disabilitas. Dalam pertemuan itu, fasdes Progrm Peduli menyampaikan bahwa kegiatan fasilitasi masyarakat adat Gumantar mendapatkan administrasi kependudukan (KTP, kartu KK. akte kelahiran.akta nikah).

  “Samanta akan fasilitasi masyarakat adat Gumantar mendapatkan KTP, kartu KK, akte kelahiran, dan akta nikah “, kata Maidianto. Fasilitasi layanan adminduk merupakan kegiatan utama Program Peduli Samanta di desa Gumantar. Samanta perlu membangun kerjasama dengan para pihak untuk mempercepat layanan adminduk. Saat ini, Samanta telah menyiapkan data penduduk desa Gumantar yang belum memiliki dokumen kependudukan.

 Sementara, salah satu Kabid Dinas Dukcapil mengatakan,”Kegiatan pendataan kepemilikan dokumen kependudukan oleh Samanta cukup tepat dan akan melengkapi data Dinas Dukcapil”. Dia menambahkan, pendataan kepemilikan dokumen kependudukan itu akan memutahirkan data kependudukan Dinas Dukcapil. Lombok Utara.

#Peduli-Samanta#

Lokakarya Sistem Informasi Desa (SID)

Lokakarya Sistem Informasi Desa (SID)

Lombok Utara _Pemerintah Desa Gumantar Bersama masyarakat desa menggelar Lokakarya  sistem informasi desa (SID) untuk pengelolaan basis data terpadu berbasis web yang difasilitasi oleh lembaga suadaya masyarakat (SAMANTA), pada hari kamis (22/3/18).

  Bertempat di Aula kantor desa gumantar Lombok Utara, kegiatan lokakarya tersebut dilaksanakan selama 1 hari dan dibuka oleh Kepala Desa, Japarti,  dengan  narasumber dari Samanta, Herman (PO) samanta. Melihat sejumlah persoalan yang terjadi di beberapa desa di lombok utara contoh minimnya informasi yang disajikan di desa. Untuk itu, keterbukaan informasi publik di desa menjadi salah satu elemen penting yang harus diwujudkan melalui sistem sistem informasi desa.

Sementara di Kabupaten lombok utara saat ini masih mengadopsi sistem informasi desa berbasis offline, oleh karenanya segenap pihak yang terlibat dalam pengelolaan sistem informasi desa di Gumantar diharapkan mampu mereplikasi kiat-kiat Desa Gumantar sebagai daerah yang telah berhasil mengaplikasikan sistem informasi desa berbasis web. Dikatakan oleh Herman sistem informasi berbasis web ini akan sangat memudahkan bagi pemutakhiran data yang didapat menjadi data tunggal yang valid “Saya sangat mengapresiasi,  terhadap peserta  lokakarya seperti ini, karena semangatnya sama untuk membangun satu data. “Sekarang media offline itu relatif orang jarang yang mau buka karena perlu waktu perlu biaya kemudian informasinya terlambat. Tetapi jika media online hari itu ketika diupdate informasinya langsung bisa dibuka dimanapun bisa tidak harus mencari dalam arti tidak perlu mencari sumbernya.

Kemudian yang ketiga lebih murah cukup dengan android yang di isi paket data itu dimanapun bisa dipakai, itu semua menjadi tantangan yang harus disikapi kedepan,” imbuhnya. Sistem informasi desa berbasis web ini mempunyai banyak sekali keunggulan yang diperoleh seperti penyelenggaraan kantor desa yang efektif dan efisien, pemerintahan desa yang transparan dan akuntabel, dan juga warga mendapatkan akses yang lebih baik dan mudah dalam memperoleh informasi tentang desanya.
Diharapkan usai mengikuti lokakarya ini  pengelola sistem informasi desa baik itu administrator dan operator di  desa dapat mengimplementasikan ilmu yang didapat guna memberikan pelayanan publik yang lebih baik untuk masyarakat desa Gumantar.

#Peduli-Samanta#

Pelatihan Media Seri 3 di Desa Gumantar : Menyunting Video

IMG-20180212-WA0010
"Peserta Pelatihan Media Seri 3 Di Desa Gumantar"

“Peserta Pelatihan Media Seri 3 Di Desa Gumantar”

Samanta latih 15 pemuda desa Gumantar cara menyunting (editing) video pada pelatihan media sesi 3 di dusun Tenggorong, Gumantar, Lombok Utara (Minggu, 11/2/2018). Mereka merupakan pengurus Sanggar Belajar dari perwakilan dusun Dasan Belek, Dasan Tereng, Tenggorong dan Gumantar.

Peserta pelatihan semangat dan serius karena metode pelatihan menggunakan visualisasi film. Objek contoh penyuntingan adalah cuplikan film “Ada apa dengan cinta” yang dibintangi Dian Sastro. Berbagai cuplikan film lain menjadi contoh cara menyunting film, di antaranya Batman: The Darkness  dan “Star Wars”.

“Pelatihan ini bagus karena selama ini kami tahunya hanya nonton film”, kata salah seorang anggota Sanggar Belajar, Karyadi.

Materi pelatihan penyuntingan di antaranya pengertian editing, tujuan, komposisi pengambilan gambar, sudut pengambilan gambar, dan kesinambungan pengambilan gambar/suara. Meteri-materi pelatihan itu cukup asing bagi peserta. Metode menjelaskan dengan cuplikan film membuat peserta lebih mudah memahami materi pelatihan.

Samanta menghadirkan dua jurnalis dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Mataram, Latief Apriaman dan Fitri Rahmawati. Mereka merupakan jurnalis kawakan di NTB. Saat ini mereka sebagai jurnalis TV 9 dan Kompas.

“Pemetaan Areal Kemitraan Kehutanan Desa Gumantar”

Foto" Pengambilan Titik Koordinat Pal Batas Lahan"
Foto " Pertemuan Tim Pemetaan Areal Kemitraan Kehutanan"

Foto ” Pertemuan Tim Pemetaan Areal Kemitraan Kehutanan”

Pengelolaan hutan berbasis masyarakat (PHBM) dengan skema Kemitraan kehutanan (KK) yang akan diterapkan pada Pengelola Kawasan Hutan di desa Gumantar Kecamatan Kayangan KLU adalah merupakan pola/skema baru yang digagas masyarakat adat Gumantar bersama BKPH Rinbar Pentas Lombok, pada tanggal 1 Agustus 2017, bertempat di Gedung Serbaguna Gumantar, masyarakat bersama KPH, Pemdes dan melalui mitra program peduli SAMANTA selaku lembaga pendamping mengadakan Pertemuan Para Pihak Guna Sosialisasi Kemitraan Kehutanan dan menyepakati skema tersebut untuk diterapkan di Desa Gumantar, bersamaan pada waktu itu juga dibahas mekanisme pengusulan yaitu masyarakat harus menyiapkan Naskah Kesepakatan Kerjasama yang NKK tersebut.
Setelah melalui beberapa proses, Kelompok Tani Hutan (KTH) sudah terbentuk oleh masyarakat penggarap Kawasan pada tanggal 7 Oktober 2017 dengan menyepakati KTH yaitu Gapoktan Sangapati sebagai lembaga pengelola Kawasan. Melalui pola Kemitraan Kehutanan ini Pengelolaan kawasan hutan kemasyarakatan dengan mengutamakan prinsip pelestarian lingkungan diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat adat secara berkelanjutan.

“Pertemuan Pemuda Adat Desa Gumantar Menyusn Kebutuhan Kegiatan Sanggar”

Foto " Pemuda Adat Desa Gumantar Mengikuti Pertemuan Pengurus Sanggar"
Foto" Pertemuan Pemuda Adat Desa Gumantar"

Foto” Pertemuan Pemuda Adat Desa Gumantar”

Pemuda,pemudi Desa Gumantar menunjukan semangat yang tinggi dan partisipasi mereka dalam mewujudkan cita-cita mereka dalam menyusun kebutuhan kegiatan sanggar dan membuat  Taman Baca Masyarakat Adat (TBMA) Desa Gumantar.( 18/1/18)

Temu Usaha “Proyek Membangun Wirausaha Perhutanan Sosial yang Produktif dan Berkelanjutan di Provinsi NTB”

IMG_2581

Peserta Temu Usaha Melihat dan Mencicipi Langsung Hasil Produk Kelompok

SAMANTA_Salah satu hasil dari proyek MCAI “Membangun Wirausaha Perhutanan Sosial yang Produktif dan Berkelanjutan di Lombok Tengah, Provinsi NTB” adalah terbentuknya 3 kelompok usaha ekonomi, yaitu Titian Rinjani, Suli Asli dan Maju Bersama. Saat ini ketiga kelompok usaha telah memiliki Sertifikat Produksi PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga). Ada 6 Sertifikat Produksi PIRT yang dimiliki 3 kelompok usaha, dengan jenis produk di antaranya:

 1. Kelompok Titian Rinjani dengan serifikat untuk jenis produk hasil olahan buah dan biji-bijian dan umbi, olahan  buah dan olahan tepung.

 2. KWT Suli Asli dengan serifikat untuk jenis produk hasil olahan biji-bijian dan umbi dan olahan buah.

 3. Kelompok Industri Pengolahan Kacang Mete “Mareje” dengan serifikat untuk jenis produk hasil olahan biji-  bijian dan umbi.

Dwi Sudarsono (Direktur Samanta) menyampaikan pengurus ke tiga kelompok usaha tersebut telah mengikuti berbagai pelatihan, study banding dan magang dengan berbagai materi, seperti pengolahan (processing), pengemasan, pemasaran dan sebagainya. Mereka juga telah memiliki rumah produksi dan berbagai peralatan produksi dan pengolahan. Bahkan meraka telah memiliki kemasan (lebel) produk dengan standar yang memenuhi pasar menengah atas.

Salah satu tujuan acara Temu Usaha ini akan mempertemukan 3 kelompok usaha dengan para pengusaha/pembeli potensial yang diharapkan membeli produk kelompok. Selain itu, temu usaha juga mengundang aparat dari lembaga pemerintah daerah terkait. Mereka akan bertemu untuk membahas standar produk, harga, cara jual beli, dan sebagainya.

Dari penjelasan Dwi Sudarsono, penjualan merupakan factor kunci keberhasilan sebuah usaha. Sebagus dan sebaik apapun standar produk usaha, jika tidak terjual, maka akan mengalami kegagalan. Persoalan yang dihadapi oleh kelompok usaha adalah jaringan pasar terbatas, bahkan ada kleompok yang belum memiliki jaringan pasar. Oleh karena itu, kelompok membutuhkan jaringan pasar yang secara konsisten membeli produk kelompok sehingga produk kelompok dapat dijual dalam skala lebih luas.

SAMANTA Distribusi Bibit Kopi

IMG_6515
"Rosidin Semanget Mengangkat Bibit Kopi"

“Rosidin Semanget Mengangkat Bibit Kopi”

Semanget Menuju Perubahan

Samanta NTB, sebagai rangkaian tindak lanjut kegiatan  melalui Program  “Kemakmuran Hijau” yang dilaksanakan oleh Samanta berkerja sama dengan Kemitraan dan didukung oleh MCA-I, pada hari selasa, 23 Mei 2017 , sebanyak 7000 bibit kopi akan dibagikan ke 25 kelompok petani dan masing-masing petani  mendapatkan 280 bibit kopi.

Desa Rempek Mendapat Kunjungan Dari 8 Negara

ew
"Peserta 8 Negara Mengunjungi Lokasi KK Desa Rempek"

“Peserta 8 Negara Mengunjungi Lokasi KK Desa Rempek”

Pada Hari Kamis, 18 Mei 2017 , Rempek salah satu Desa Kabupaten Lombok Utara yang telah menjalan kan Program  Kemitraan Kehutanan (KK) sejak tahun 2013.

Latar belakang masuknya Kemitraan Kehutanan Desa Rempek ialah masyarakat desa rempek yang sebagian dari mereka dengan terpaksa merambah hutan untuk bertahan hidup dan membiayai pendidikan anak-anak mereka.

Pembagian Bantuan Bibit Sengon Dari SAMANTA

Penyiapan dan Distribusi Bibit dari Tempat Pembibitan ke Lokasi Penanaman
Penyiapan dan Distribusi Bibit dari Tempat Pembibitan ke Lokasi Penanaman

Penyiapan dan Distribusi Bibit dari Tempat Pembibitan ke Lokasi Penanaman

Tahun 2016-2017 Yayasan Masyarakat Nusa Tenggara (SAMANTA), melalui Program  “Kemakmuran Hijau” atau Kebun Bibit Desa (KBD), yang dilaksanakan oleh Samanta berkerja sama dengan Kemitraan dan didukung oleh MCA-I, telah membagikan bantuan bibit sengon kepada kelompok tani bina’an serta masyarakat sebanyak 100.000 benih sengon.