16 Kepala Dusun Berharap Bantuan Jangan Di Persulit

Kadus Air Bari (Anom) menyampaikan masalah data korban gempa warganya

Peduli Samanta NTB – Memasuki gerbang Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, hanya sebagian warga desa gumantar yang sudah membangun rumah akibat gempa pada pertengahan bulan agustus bertempat tanggal 15 Agustus 2018.

Desa Gumantar terdiri dari 16 Dusun memiliki jumlah penduduk sekitar 2.200 KK (kurang lebih), gumantar sendiri merupakan bagian dari desa yang paling terparah di Lombok Utara, akibat gempa yang berkekuatan 7 SR yang lalu.

Melalui kegiatan program peduli samanta berkerja sama dengan pemerintah desa dalam, memfasilitasi kegiatan pelatihan Advokasi. Kegiatan pelatiahan ini diadakan selama satu hari dan  dihadiri oleh 16 kepala dusun.

Kadus Air Bari (Anom) menyampaikan, “kebingungan seketika ada perubahan SK, data anggota keluarga ini lah yang menjadi dasar untuk merubah SK tersebut”. Tetapi pak camat tidak mau tanda tangan apa bila waraga belum memiliki Nomor Rekning Bank. Sedangkan menurut penjelasan kepala BPBD data ini segera diselesaikan kemudian di antar ke LH, jelas Anom sambil menunjukana data warganya.

Suasana Pelatihan Advokasi  Bagi masyarakat  Desa Gumantar (17-1-2019)   “Lebih lanjut Kadus Boyotan proyek (Imade Suhendra) mengalamai hal yang serupa “ Dalam data warga yang diusulakan itu harus dibuatkan tanda tangan diatas matrai, sementara  disini dibuatkan tanda tangan bapak camat”. Jadi pak camat berbagai alasan tidak mau tanda tangan”, sebelum ada rekning”.  padahal untuk mengajukan rekning itu harus ada bukti validasi data terlebih dahulu.

Permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan bantuan rumah untuk warganya kami selaku kepala dusun minta bantuan ke Samanta yang bisa membantu proses ini untuk lebih mempercepat, karena warga kami sudah lama menunggu bantuan dari pemerintah ini, katanya.

Herman (pendamping program peduli samanta) menjelaskan, “untuk mendapat bantuan ini kita harus memiliki beberapa tahapan seperti di Desa Salud yang sudah berjalan pembanguanan rumahnya diantaranya.

Pertama Membuat Pokmas. Kedua Pokmas itu terdiri dari 15 anggota Ketiga Pokmas memilih  jenis rumah seperti (Risha,Rika) yang bahan bangunannya dari kayu semua. Kemudian dalam satu pokmas harus memilih satu jenis rumah yang dibangun tidak boleh berbeda”. Kalao ada satu warga yang maunya berbeda bentuk jenis rumahnya maka inilah yang menjadi penghambat pokmas itu sendiri dalam mendapatkan bantuan.” Tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *