LOKAKARYA REVIEW & REVISI DOKUMEN RKU/RKT

LOKAKARYA REVIEW & REVISI DOKUMEN RKU/RKT

samanta.id , Senin (25/19) Kemitraan bagi Pembaruan Tata Pemerintahan atau yang lebih dikenal dengan Kemitraan (Partnership) merupakan sebuah organisasi multipihak, mengadakan kegiatan lokakarya pendampingan penyusunan Rencana Kerja Usaha (RKU) / Rencana Kerja Tahunan (RKT) di More »

Akselerasi BDT Lombok Utara Belum Akurat

Akselerasi BDT Lombok Utara Belum Akurat

Program penanganan kemiskinan membutuhkan BDT yang akurat. More »

KUNJUNGAN TIM VERIFIKASI KEMENTRIAN LHK

KUNJUNGAN TIM VERIFIKASI KEMENTRIAN LHK

HUTAN UNTUK RAKYAT Masyarakat  Gumantar Hidup Senang Dan Tenang …!!! SAMANTA- Tim Verifikasi dari kementrian LHK  Jakarta bersama KPH Rinjani Barat dan SAMANTA selaku LSM pendamping melakukan kunjungan dalam rangka mendukung program perhutanan More »

Mendampingi Perekaman Pengurusan Adminduk Gratis

Mendampingi Perekaman Pengurusan Adminduk Gratis

Mitra Peduli Samanta NTT_ Mendampingi masyarakat dalam perekaman KTP yang berlangsung di Desa Meorumba Kec. Kahaungu Eti, Kab. Sumba Timur  NTT ( 1 Juni 2018) lalu. Pengurusan Administrasi Kependudukan akan dilakukan secara More »

DINAS DUKCAPIL  LOMBOK UTARA SIAP MEMBANTU

DINAS DUKCAPIL LOMBOK UTARA SIAP MEMBANTU

Kadis Dukcapil Lombok Utara (Sahabudin) Dukung Layanan Adminduk di Desa Gumantar  “Dukcapil Lombok Utara mendukung inisiatif Samanta bantu masyarakat adat Gumantar mendapatkan kepemilikan adminduk”. Kata Sahabudin. Lombok Utara saat fasdes Program Peduli More »

Lokakarya Sistem Informasi Desa (SID)

Lokakarya Sistem Informasi Desa (SID)

Lombok Utara _Pemerintah Desa Gumantar Bersama masyarakat desa menggelar Lokakarya  sistem informasi desa (SID) untuk pengelolaan basis data terpadu berbasis web yang difasilitasi oleh lembaga suadaya masyarakat (SAMANTA), pada hari kamis (22/3/18).   More »

 

Monthly Archives: May 2019

16 Kepala Dusun Berharap Bantuan Jangan Di Persulit

Kadus Air Bari (Anom) menyampaikan masalah data korban gempa warganya

Peduli Samanta NTB – Memasuki gerbang Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, hanya sebagian warga desa gumantar yang sudah membangun rumah akibat gempa pada pertengahan bulan agustus bertempat tanggal 15 Agustus 2018.

Desa Gumantar terdiri dari 16 Dusun memiliki jumlah penduduk sekitar 2.200 KK (kurang lebih), gumantar sendiri merupakan bagian dari desa yang paling terparah di Lombok Utara, akibat gempa yang berkekuatan 7 SR yang lalu.

Melalui kegiatan program peduli samanta berkerja sama dengan pemerintah desa dalam, memfasilitasi kegiatan pelatihan Advokasi. Kegiatan pelatiahan ini diadakan selama satu hari dan  dihadiri oleh 16 kepala dusun.

Kadus Air Bari (Anom) menyampaikan, “kebingungan seketika ada perubahan SK, data anggota keluarga ini lah yang menjadi dasar untuk merubah SK tersebut”. Tetapi pak camat tidak mau tanda tangan apa bila waraga belum memiliki Nomor Rekning Bank. Sedangkan menurut penjelasan kepala BPBD data ini segera diselesaikan kemudian di antar ke LH, jelas Anom sambil menunjukana data warganya.

Suasana Pelatihan Advokasi  Bagi masyarakat  Desa Gumantar (17-1-2019)   “Lebih lanjut Kadus Boyotan proyek (Imade Suhendra) mengalamai hal yang serupa “ Dalam data warga yang diusulakan itu harus dibuatkan tanda tangan diatas matrai, sementara  disini dibuatkan tanda tangan bapak camat”. Jadi pak camat berbagai alasan tidak mau tanda tangan”, sebelum ada rekning”.  padahal untuk mengajukan rekning itu harus ada bukti validasi data terlebih dahulu.

Permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan bantuan rumah untuk warganya kami selaku kepala dusun minta bantuan ke Samanta yang bisa membantu proses ini untuk lebih mempercepat, karena warga kami sudah lama menunggu bantuan dari pemerintah ini, katanya.

Herman (pendamping program peduli samanta) menjelaskan, “untuk mendapat bantuan ini kita harus memiliki beberapa tahapan seperti di Desa Salud yang sudah berjalan pembanguanan rumahnya diantaranya.

Pertama Membuat Pokmas. Kedua Pokmas itu terdiri dari 15 anggota Ketiga Pokmas memilih  jenis rumah seperti (Risha,Rika) yang bahan bangunannya dari kayu semua. Kemudian dalam satu pokmas harus memilih satu jenis rumah yang dibangun tidak boleh berbeda”. Kalao ada satu warga yang maunya berbeda bentuk jenis rumahnya maka inilah yang menjadi penghambat pokmas itu sendiri dalam mendapatkan bantuan.” Tegasnya.