***MASYARAKAT HARUS MENGHARGAI BANTUAN***

foto"Domu Jangga,asal Maukabunu Desa Meorumba dengan ternak kuda bantuan tahun 2016/2017".

foto”Domu Jangga,asal Maukabunu Desa Meorumba dengan ternak kuda bantuan tahun 2016/2017″.

  Perhatian Pemerintah Desa Meorumba bersama Lembaga Suadaya Masyarakat (LSM), terhadap masyarakat miskin terutama pemberian bantuan kepada masyarakat miskin dan terekslusi semakin menunjukan keseriusannya. Kalau pada tahun anggaran 2016/2017, pemerintah Desa Meorumba melakukan pengadaan  25 ekor ternak kuda  dengan penerima manfaat L : 21, P: 4 KKm. Penerima 8 ekor ternak kerbau sebanyak 8 orang ( KKM) L : 4, P : 4 orang. Pada tahun anggaran 2017/2018 kembali melakukan pengadaan ternak kuda sebanyak 21 ekor dengan penerima manfaat L : 17, P : 4 orang ( KKM). Tujuannya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat miskin dan terkait dengan harga 1 ekor kuda betina besar berkisar antara Rp.5 -6 juta, sedangkan kuda kecil  umur 3 bulan ini berkisar antara 2, 5 juta tergantung kondisi badan.

    Ternak besar seperti kuda, kerbau dan sapi tidak bisa di pisahkan dari kehidupan sosial budaya masyarakat Sumba umumnya. Selain di jual untuk  kebutuhan mendesak seperti pendidikan anak, ternak besar merupakan mahar jika seseorang  mau melamar perempuan. Selain mahar, ternak besar salah satu kebutuhan yang mutlak dipenuhi dalam ritual adat seperti acara kematian.

   “Saya harap agar masyarakat menghargai bantuan yang diberikan oleh pemerintah demi masa depan mereka sendiri.” Kata Camat kahaungu Eti, Tehu Tera Walangu.SH dicelah-celah kata sambutannya pada Musrenbangdesa Meorumba 8 Januari 2018. Camat menambahkan ,pemerintah Desa Meorumba sudah menunjukan keseriusannya dalam peningkatan ekonomi masyarakat, mengingat Sumba Timur dengan padang Sabana yang luas sangat cocok untuk peternakan,katanya.

  Hal ini disampaikan sang Camat mengingat masih tingginya kecenderungan masyarakat untuk tidak memanfaatkan bantuan secara baik. Misalnya menjual bantuan untuk keperluan sepele seperti untuk pesta atau bayar hutang. Kebiasaan di mungkinkan karena gampang di usulkan dan gampang pula di peroleh dari Pemerintah.

   Kepala Desa Meorumba  Umbu Balla Nggiku punya cara jitu mengawal bantuan yang sudah diberikan kepada penerima manfaat. Misalnya sebelum diserah terimakan,masyarakat harus menandatangani surat pernyataan yang isinya sb:

  1. Tidak menjual ternak tersebut sebelum beranak, jika di jual tanpa seizin kepala Desa harus menggantinya atau denda.
  2. Anak pertama dari ternak tersebut harus digulirkan pada KKM lainnya yang belum memiliki ternak.
  3. Jika hendak menjual induknya pastikan bahwa ternak tersebut sudah berkembang 1-2 ekor dan harus atas pengetahuan Pemerintah Desa.
  4. Setiap pertemuan Triwulan, penerima bantuan ternak wajib membawanya di kantor desa untuk disaksikan oleh pemerintah Desa.
  5. Sedangkan bantuan tidak bergerak aparat desa wajib melakukan pemeriksaan 3 bulan sekali.

Ditanya tentang hal itu, Kepala Desa Meorumba menjelaskan “ cara ini  mendidik masyarakat agar tidak bergantung pada bantuan tetapi menggulir yang sudah ada, tinggal kita tambahkan yang masih kurang”. Kebutuhan masyarakat miskin  tidak hanya ternak,  masih banyak kebutuhan lain yang berkaitan dengan hak dasarnya sebagai warga negara, katanya. *(Lp-  Stepanus Landu Paranggi_ Editing-Moh)*.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *