Lokakarya Sistem Informasi Desa (SID)

Lokakarya Sistem Informasi Desa (SID)

LOmbok Utara _Pemerintah Desa Gumantar Bersama masyarakat desa menggelar Lokakarya  sistem informasi desa (SID) untuk pengelolaan basis data terpadu berbasis web yang difasilitasi oleh lembaga suadaya masyarakat (SAMANTA), pada hari kamis (22/3/18).   More »

Pelatihan Media Seri 3 di Desa Gumantar : Menyunting Video

Pelatihan Media Seri 3 di Desa Gumantar : Menyunting Video

Samanta latih 15 pemuda desa Gumantar cara menyunting (editing) video pada pelatihan media sesi 3 di dusun Tenggorong, Gumantar, Lombok Utara (Minggu, 11/2/2018). Mereka merupakan pengurus Sanggar Belajar dari perwakilan dusun Dasan More »

“Pemetaan Areal Kemitraan Kehutanan Desa Gumantar”

“Pemetaan Areal Kemitraan Kehutanan Desa Gumantar”

Pengelolaan hutan berbasis masyarakat (PHBM) dengan skema Kemitraan kehutanan (KK) yang akan diterapkan pada Pengelola Kawasan Hutan di desa Gumantar Kecamatan Kayangan KLU adalah merupakan pola/skema baru yang digagas masyarakat adat Gumantar More »

“Pertemuan Pemuda Adat Desa Gumantar Menyusn Kebutuhan Kegiatan Sanggar”

“Pertemuan Pemuda Adat Desa Gumantar Menyusn Kebutuhan Kegiatan Sanggar”

Pemuda,pemudi Desa Gumantar menunjukan semangat yang tinggi dan partisipasi mereka dalam mewujudkan cita-cita mereka dalam menyusun kebutuhan kegiatan sanggar dan membuat  Taman Baca Masyarakat Adat (TBMA) Desa Gumantar.( 18/1/18) More »

Temu Usaha “Proyek Membangun Wirausaha Perhutanan Sosial yang Produktif dan Berkelanjutan di Provinsi NTB”

Temu Usaha “Proyek Membangun Wirausaha Perhutanan Sosial yang Produktif dan Berkelanjutan di Provinsi NTB”

SAMANTA_Salah satu hasil dari proyek MCAI “Membangun Wirausaha Perhutanan Sosial yang Produktif dan Berkelanjutan di Lombok Tengah, Provinsi NTB” adalah terbentuknya 3 kelompok usaha ekonomi, yaitu Titian Rinjani, Suli Asli dan Maju More »

SAMANTA Distribusi Bibit Kopi

SAMANTA Distribusi Bibit Kopi

“Semanget Menuju Perubahan“ Samanta NTB, sebagai rangkaian tindak lanjut kegiatan  melalui Program  “Kemakmuran Hijau” yang dilaksanakan oleh Samanta berkerja sama dengan Kemitraan dan didukung oleh MCA-I, pada hari selasa, 23 Mei 2017 More »

 

Daily Archives: December 12, 2017

Temu Usaha “Proyek Membangun Wirausaha Perhutanan Sosial yang Produktif dan Berkelanjutan di Provinsi NTB”

IMG_2581

Peserta Temu Usaha Melihat dan Mencicipi Langsung Hasil Produk Kelompok

SAMANTA_Salah satu hasil dari proyek MCAI “Membangun Wirausaha Perhutanan Sosial yang Produktif dan Berkelanjutan di Lombok Tengah, Provinsi NTB” adalah terbentuknya 3 kelompok usaha ekonomi, yaitu Titian Rinjani, Suli Asli dan Maju Bersama. Saat ini ketiga kelompok usaha telah memiliki Sertifikat Produksi PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga). Ada 6 Sertifikat Produksi PIRT yang dimiliki 3 kelompok usaha, dengan jenis produk di antaranya:

 1. Kelompok Titian Rinjani dengan serifikat untuk jenis produk hasil olahan buah dan biji-bijian dan umbi, olahan  buah dan olahan tepung.

 2. KWT Suli Asli dengan serifikat untuk jenis produk hasil olahan biji-bijian dan umbi dan olahan buah.

 3. Kelompok Industri Pengolahan Kacang Mete “Mareje” dengan serifikat untuk jenis produk hasil olahan biji-  bijian dan umbi.

Dwi Sudarsono (Direktur Samanta) menyampaikan pengurus ke tiga kelompok usaha tersebut telah mengikuti berbagai pelatihan, study banding dan magang dengan berbagai materi, seperti pengolahan (processing), pengemasan, pemasaran dan sebagainya. Mereka juga telah memiliki rumah produksi dan berbagai peralatan produksi dan pengolahan. Bahkan meraka telah memiliki kemasan (lebel) produk dengan standar yang memenuhi pasar menengah atas.

Salah satu tujuan acara Temu Usaha ini akan mempertemukan 3 kelompok usaha dengan para pengusaha/pembeli potensial yang diharapkan membeli produk kelompok. Selain itu, temu usaha juga mengundang aparat dari lembaga pemerintah daerah terkait. Mereka akan bertemu untuk membahas standar produk, harga, cara jual beli, dan sebagainya.

Dari penjelasan Dwi Sudarsono, penjualan merupakan factor kunci keberhasilan sebuah usaha. Sebagus dan sebaik apapun standar produk usaha, jika tidak terjual, maka akan mengalami kegagalan. Persoalan yang dihadapi oleh kelompok usaha adalah jaringan pasar terbatas, bahkan ada kleompok yang belum memiliki jaringan pasar. Oleh karena itu, kelompok membutuhkan jaringan pasar yang secara konsisten membeli produk kelompok sehingga produk kelompok dapat dijual dalam skala lebih luas.