Strategi Mewujudkan Perubahan Kebijakan Pemerintah Desa

Laporan L Khaerul Anwar (Pendamping Program Peduli NTB)

Dari 8 dusun yang ada di Desa Mekarsari Ke­cama­tan Suela Kabu­paten Lombok Timur, Tumpang Sari merupakan yang tertinggal. sejak tahun 2011 akses jalan menuju dusun ini rusak parah (berbatu dan tanah), rendahnya tingkat pengetahuan atau pendidikan mencapai 14%, sarana dan prasarana air bersih rusak, Jaminan Kesehatan seperti Jamkesmas, Jamkesda dan jenis layanan lain yang hanya didapatkan oleh 11 KK dari 153 KK dan masih banyak bentuk ketertinggalan lainya.
Menurut Seninudin, Ketua Pemuda Dusun Tumpang Sari ketertinggalan Dusun Tumpang Sari dari dusun lainnya sebabkan karena masyarakat yang ada di dusun ini jarang dilibatkan dalam musyawarah, jika dilibatkan dalam forum-forum pengambilan keputusan, perwakilan dari Dusun Tumpang Sari selalu kalah dalam memperjuangkan rencana pembangunan dari dusun lain, sehingga sampai tahun 2014 belum terdapat pembangunan dan layanan dasar yang masyarakat dapat nikmati.
Berdasarkan kondisi tersebut, pendamping Program Peduli bersama Ratmayu (Kadus Tumpang Sari), Zurkarnaen (anggota BPD Dusun Tumpang Sari), Solihan (Kader Posyandu) dan Ujib (Ketua Gapoktan Puncak Semaring) melakukan konsolidasi kepada tokoh-tokoh kunci agar hasil temuan dan data PPAM dapat diintegrasikan dalam RKPDes dan RPJMDes. Konsolidasi dilanjutkan dengan melakukan diskusi terbatas, agenda diskusi tersebut berbicara tentang rencana usulan program sebagai penyebab faktor ketertinggalan Dusun Tumpang Sari dari dusun lainnya.
Dalam bebrapa diskusi terjadi pro dan kontra pendapat, terkait keterlibatan masyarakat dalam data usulan program atau pengawalan program usulan. Menurut H. Samsul Bahri yang juga Ketua BPD Mekar Sari program yang telah dirumuskan harus masuk dalam RPJMDes dan RKPDes, mengigat Dusun Tumpang Sari sejak mekarnya Desa Mekar Sari, selama itu pula belum dapat merasakan pembangunan jika dibandingkan dengan dusun lain.
Namun, Paozi berbeda. Menurutnya sering terjadi kendala pada saat Musrembang Kecamatan, yang tidak lagi melihat usulan draf namun lebih menggunakan kekuatan pendekatan dengan menitip program setelah selesai rapat, sehingga kita sia-sia akan mendorong upaya integrasi program berikutnya.
“Apa yang dikatakan oleh Paozi juga ada benarnya namun kita harus optimis sesuai apa yang diungkapkan oleh H. Samsul Bahri. Hal yang sering kita lupakan adalah ketika kita kalah dalam merebutkan program prioritas, disebabkan karena tiga faktor yaitu lemah dan tidak lengkapnya data sebagai penguat usulan, minoritas kehadiran dari peserta Dusun Tumpang Sari sangat minim dan kita belum memiliki mekanisme pangawalan usulan.” kata Ratmayu selaku Kepala Dusun menengahi perbedaan itu.
Dari diskusi Selasa (12/5/2015), menghasilkan rekomendasi untuk mendorong dan mengadvokasi 8 program usulan, yaiut; Perbaikan jalan kabupaten dan jalan desa menuju Dusun Tumpang Sari, Pengadaan pipa paralon untuk sarana air bersih dan pertanian, Pembentukan PAUD atau TK beserta sarana dan prasarananya, Pembangunan WC umum di setiap Rukun Tetangga, Peningkatan kapasitas dan keterampilan warga dalam mengelola hutan hasil hutan, Pembentukan dan pengembangan kelompok usaha kecil, program akses layanan dasar dan kebijakan khusus bagi masyarakat pendatang, dan meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan Posyandu.
Pemerintah Desa Mekar Sari me­ngundang semua unsur untuk meng­hadiri acara Musrembangdes, 29 Juli 2015. Hasilnya adalah kedelapan usul­­an program yang ajukan dari Dusun Tumpang Sari diakomodir dan dijadikan prioritas program di RPJMDes dan RKPDes tahun 2015 dan RKPDes tahun 2016. Upaya loby dan advokasi tidak terhenti setelah MusrembangDes, melainkan team pengawal tersebut juga mengawal pada tingkat Musrembang Kecamatan, hasilnya kedepalan usulan tersebut ditanda tangani oleh Camat Suela. (*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *