Kandungan Kadar Air, Menentukan  Kualitas Madu

Jenggale, Kandungan yang terdapat di dalam madu sangat beragam, yaitu Karbohidrat (Fruktosa, Glukosa, dan Sukrosa), Mineral, Vitamin, Enzim, Antibiotik, Air, dan macam-macam asam. Semakin banyaknya manfaat yang tergantung di dalam Madu menyebabkan banyak konsumen membutuhkan Madu alami. Peluang ini dijadikan oleh petani-petani lebah palsu yang memalsukan madu dengan harga yang cukup murah dibandingkan dengan harga asli pada madu alam.

Hal itu disampaikan Saptadi Darmawan, staf Litbang HHBK Mataram saat mengisi pelatihan  budidaya “Madu Alam” di Desa Jenggale Kabupaten Lombok Utara Kamis, 27 April 2016.  Pelatihan ini ditujukan kepada petani budidaya madu yang tergabung dalam Asosiasi Madu Lombok Utara (Asmalora)

Lebih lanjut, Saptadi Darmawan menerangkan bahwa Lebah madu yang sangat terkenal dan sangat diminati oleh para peternak lebah ialah madu trigona. Pihak Litbang Teknologi Hasil Bukan Kayu memberi tips bagi peserta lainnya agar tidak terkecoh dengan madu palsu yang marak diperjualkan di pasar tradisional yaitu membeli madu di tempat terpercaya seperti pada kelompok-kelompok, koperasi, dan asosiasi yang diperlukan), dan mulai jeli pada harga murah yang diberikan pada penjual, lalu diusahakan madu yang diproduksi harus lulus tes uji di Laboratorium yang terakreditasi oleh SNI.

Kadar air yang sangat disarankan untuk madu dengan kualitas baik ialah <22% karena jika >22% daya simpannya tidak akan baik. Kadar air menjadi criteria kualitas untuk menentukan kemampuan madu untuk tetap stabil dan melawan pembusukan. Teknologi yang digunakan untuk penurunan kadar air madu yaitu dengn sistem dehumifikasi yang lebih difokuskan untuk mendapatkan kondisi yang optimal yaitu bangunan penurun kadar air madu, kelembapan udara, suhu udara, dan ketebalan madu dalam wadah.

Adapun beberapa prosedur penurunan kadar air pada Madu ialah dengan tahap pertama pra pelakuan yaitu petugas perlu paham sifat madu, petugas mengenakan pakaian yang bersih dan bebas bau, lalu diupayakan menggunakan sarung tangan (minimalisir kontak langsung dengan madu). Kemudian pada tahap kedua yaitu persiapan yaitu menyiapkan tempat dan wadah (pembersihan ruangan, pemebersihan alat, dan pengaturan alat), mempersiapkan bahan (madu ditiriskan dnegan sistem iris, kemudian madu disaring agar bersih dari kotoran, dan madu siap diturunkan kadar airnya). Kemudian madu diletakkan di  ruangan dengan kapasitas ± 240-480 kg dengan waktu penurunan selama 3-6 hari tergantung suhu dan ka awal.

Dari beberapa tahap menurunkan kadar air pada Madu, dampaknya pada lingkungan yaitu sangat ramahh lingkungan dan tidak menimbulkan limbah, itu dikarenakan Madu diolah sedemikian rupa dengan bahan-bahan baik, dan madu yang dihasilkan berupa madu alam sehingga tidak akan member dampak buruk bagi lingkungan maupun bagi konsumen.  (thea)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *