Data Potensi HHK dan HHBK Desa Rempek

Sejak berdiri 26 Agustus 1960 lalu, Desa Rempek memiliki potensi yang melimpah baik sumber daya alam maupun sumber daya manusianya. Dengan kondisi geografis yang berdekatan langsung dengan hutan sebagai salah satu penyokong ekonomi masyarakat Desa Rempek.

data rempekLuas desa Rempek 3.085,5 ha, terdiri dari sawah irigasi teknis (160 ha), setengah teknis (104 ha), dan tadah hujan (105 ha). Selain itu ada juga lahan perkebunan seluas sekitar 1.270 ha dan lahan kering seluas 374 ha. Desa yang berada pada ketinggian 350-500 mdpl ini berbatasan langsung dengan kawasan hutan, terutama sepanjang garis batas sebelah selatan. Kawasan ini merupakan bagian penting bagi kehidupan masyarakat sekitar. Selain merupakan sumber pangan dan penghidupan masyarakat, juga merupakan sumber mata air yang dimanfaatkan untuk irigasi dan perpipaan air minum. Beberapa sumber mata air yang masih terdata antara lain: Mata Air Kuripan, Erat Panggung, Erat Peji, dan Erat Paok.

Sampai tahun 2015, jumlah penduduk Desa Rempek 7.419 jiwa (2.026 kk) terdiri dari 3.665 jiwa laki-laki dan 3.754 perempuan. Komposisi penduduknya sangat heterogen, tidak hanya ditempati masyarakat suku Sasak, tapi juga berbagai etnis seperti Jawa, Bali, juga Bima. Dimana sebagian besar mengandalkan sektor pertanian dan perkebunan dengan tingkat prosentase kemiskinan di KLU 43,14% (BPS 2010) atau hamper 49,8% masih tergolong miskin.

Kawasan yang berbatasan dengan Rempek merupakan dibawah KPH Rinjani Timur seluas 1.900 ha berupa hutan produksi, hutan produksi terbatas dan hutan lindung. Sudah lama di masyarakat terjadi konflik yang berkepanjangan baik yang dilakukan oleh masyarkat maupun pemerintah dalam pengelolaan hutan.

Setelah melakukan proses pendataan potensi kawasan, koperasi Kompak Sejahtera mengumpulkan data tegakan dari 88 orang penggarap dengan jumlah luasan ± 155.90 hektar dari jumlah tersebut data potensi kayu yang terkumpul adalah 28.937.333 m³ dengan jenis kayu yang domain adalah dadap sejumlah 19.811.000 m³. kemudian data dari 98 orang penggarap dengan jumlah luasan ± 130.00 hektar dari jumlah tersebut data potensi kayu yang terkumpul ialah 9.126.333 m³.

Dalam kurun waktu 4 tahun, terjadi peningkatan penggarap yang semula pada tahun 2012 sebanyak 8 orang menjadi 57 orang di tahun 2015, begitu juga jumlah kayu dari 243 pohon tahun 2012 menjadi 1250 pohon untuk pohon dadap.

Hasil hutan kayu (HHK) dan hasil hutan bukan kayu (HHBK) tiap tahun mengalami penaikan. Pada tahun 2012 jumlah hasil hutan kayu sejumlah 762 pohon dan hasil hutan bukan kayu sejumlah 7.728 pohon, sedangkan 2015 didapatkan hasil hutan kayu sejumlah 3280 pohon dan hasil hutan bukan kayu sejumlah 42.548 pohon. Jika dilihat dan diamati data potensi hasil hutan kayu dan potensi hasil hutan bukan kayu tiap tahunnya mengalami peningkatan baik di segi HHK maupun HHBK, ini tidak luput dari peran lembaga kemitraan yang tak putus semangat untuk membangun kesadaran masyarakat di Desa Rempek, dan peran penting masyarakat terhadap hutan di Desa Rempek telah berkembang lebih baik, dan luput juga peran-peran lainnya.

berikut data Potensi HHBK dan HHK Rempek

Data HHBK

a. ANALISA DATA POTENSI HASIL HUTAN KAYU

b. Rekap HHBK Rempek

Data HHK Rekap HHK Desa Rempek

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *