Hilangnya Panggaiyang dan Parinna di Sawah Kami

Hilangnya Panggaiyang dan Parinna di Sawah Kami

“Namanjaku, maringu” Nahuhu, manggaluwang Nahamu ma na tana Ngia pandaula wihinda Baruku mila etina I ama mbulu, i ina mbulu (Damai dan sejahtera Berlimpah susu dan madu Betapa baiknya alam Tempat kita More »

Kabihu Mengusirku,  Mereka pun tetap Saudaraku

Kabihu Mengusirku, Mereka pun tetap Saudaraku

“Sekalipun saya mati, seribu orang yang me­ngubur saya, hamba tetap hamba. Tak mungkin saya naik menjadi raja.” Walau terusir dari kabihu (suku) Tanarara karena peri­lakunya yang dianggap mencemarkan kabihu, bahkan rumah yang More »

Gubenur NTB Cabut Izin

Gubenur NTB Cabut Izin

Cabut Gugatan Bukti SK Gubernur Batalkan Izin Dua Investor Sekaroh Cukup Kuat  Suara NTB – Dua investor yang menggugat Surat Keputusan (SK) Gubernur tentang pembatalan izin investasi di kawasan Hutan Sekaroh Lombok Timur More »

SENGKETA Masalah Hutan Sambalia Belum Usai

SENGKETA Masalah Hutan Sambalia Belum Usai

Diusir Perusahaan Tak Punya Tempat Tinggal Warga Lendang Tengak Ancam Lapor Presiden Lombok Post – Ratusan warga Lendang Tengak, Desa Senang Galih, Kecamatan Sambalia, Lomok Timur (Lotim) menggedor kantor Gubenur NTB, kemarin More »

Ayo Awasi Pembangunan Desa

Ayo Awasi Pembangunan Desa

Selong-Masyarakat Lombok Timur (Lotim) didorong tak pasif terhadap perkembangan pembangunan di desa masing-masing. Sebagai bagian dari pembangunan di desa, masyarakat diharapkan mampu mengawasi arah pembangunannya. “Karena itu kami mendorong masyarakat bisa memantau More »

Peta Pengelola Hutan Tanaman Rakyat (HTR) di Kabupaten Lombok Tengah

Peta Pengelola Hutan Tanaman Rakyat (HTR) di Kabupaten Lombok Tengah

Peta pengelola Hutan Tanaman Rakyat (HTR) di Kabupaten Lombok Tengah terbagi pada 4 kawasan yaitu sebagai berikut : Desa Batu Jangkih dengan luas lahan 130,22 Ha terbagi pada 4 wilayah kelompok yaitu More »

 

Hilangnya Panggaiyang dan Parinna di Sawah Kami

senandung 1

Namanjaku, maringu”
Nahuhu, manggaluwang
Nahamu ma na tana
Ngia pandaula wihinda
Baruku mila etina
I ama mbulu, i ina mbulu

(Damai dan sejahtera
Berlimpah susu dan madu
Betapa baiknya alam
Tempat kita bersuka ria
Karena kasihnya
Oleh Tuhan, Sang pemelihara)

Kabihu Mengusirku, Mereka pun tetap Saudaraku

lutaaa

“Sekalipun saya mati, seribu orang yang me­ngubur saya, hamba tetap hamba. Tak mungkin saya naik menjadi raja.”
Walau terusir dari kabihu (suku) Tanarara karena peri­lakunya yang dianggap mencemarkan kabihu, bahkan rumah yang dibangun dengan susah payah pun dibakar, tak membuat Luta Ndaku Nau dendam terhadap sukunya.

Gubenur NTB Cabut Izin

sekaroh

Cabut Gugatan

Bukti SK Gubernur Batalkan Izin Dua Investor Sekaroh Cukup Kuat

 Suara NTB – Dua investor yang menggugat Surat Keputusan (SK) Gubernur tentang pembatalan izin investasi di kawasan Hutan Sekaroh Lombok Timur (Lotim) mencabut gugatannya di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Mataram. Pencabutan gugatan ini dinilai karena pencabutan itu memiliki landasan hukum yang kuat.

SENGKETA Masalah Hutan Sambalia Belum Usai

DSC08587

Diusir Perusahaan Tak Punya Tempat Tinggal Warga Lendang Tengak Ancam Lapor Presiden

Lombok Post – Ratusan warga Lendang Tengak, Desa Senang Galih, Kecamatan Sambalia, Lomok Timur (Lotim) menggedor kantor Gubenur NTB, kemarin (25/7). Mereka mengadukan nasibnya pascadiusir oleh PT Sadhana Arif Nusa dari kawasan hutan tanaman industri (HTI).

Ayo Awasi Pembangunan Desa

pelatihan lotim

Selong-Masyarakat Lombok Timur (Lotim) didorong tak pasif terhadap perkembangan pembangunan di desa masing-masing. Sebagai bagian dari pembangunan di desa, masyarakat diharapkan mampu mengawasi arah pembangunannya. “Karena itu kami mendorong masyarakat bisa memantau dan menilai kondisi masing-masing,” kata pemateri dari LSM Samanta Khairul Anwar, kemarin (2/8/2016)

Peta Pengelola Hutan Tanaman Rakyat (HTR) di Kabupaten Lombok Tengah

PANDAN INDAH

Peta pengelola Hutan Tanaman Rakyat (HTR) di Kabupaten Lombok Tengah terbagi pada 4 kawasan yaitu sebagai berikut :

  1. Desa Batu Jangkih dengan luas lahan 130,22 Ha terbagi pada 4 wilayah kelompok yaitu : Lendek Johar, Lendang Saleh, Perendek Owah, dan Bunga Hijau.
  2. Desa Kabul dengan luas lahan 356,11 Ha terbagi pada 9 wilayah kelompok yaitu : Gerik, Kending Sampi, Songkang, Rumpang, Ingin Maju, Lender Indah, Mertak Lender, Mekar Nduik, dan Lestari Nduik.
  3. Desa Mangkung dengan luas lahan 77,53 Ha terbagi pada 3 wilayah kelompok yaitu : Lendang Andus, Patre, dan Pelas
  4. Desa Pandan Indah dengan luas lahan 129,37 Ha terbagi pada 4 wilayah kelompok yaitu : Aik Kerit, Sukaalem, Nangker, dan Rege.

 

Peta dapat didownload disini

Batu Jangkih, Kabul, Mangkung, dan Pandan Indah.

1.180 orang Kawasan Gunung Sasak Mendapatkan IUPHKm

Sosialisasi HKm Gunung Sasak

Senyum Rupawan (39) semakin lebar, usaha dan perjuangan dalam ikut serta mendorong dan memfasilitasi masyarakat pinggir hutan Gunung Sasak untuk mendapatkan kejelasan hukum terpenuhi sudah setelah IUPHKm Kawasan Gunung Sasak ditanda tangani dan diserahkan kepada masing-masing kelompok Jumat (3/6/2016) oleh Kepala Dinas Kehutanan Provinsi NTB, Andi Pramaria.

Kandungan Kadar Air, Menentukan  Kualitas Madu

1

Jenggale, Kandungan yang terdapat di dalam madu sangat beragam, yaitu Karbohidrat (Fruktosa, Glukosa, dan Sukrosa), Mineral, Vitamin, Enzim, Antibiotik, Air, dan macam-macam asam. Semakin banyaknya manfaat yang tergantung di dalam Madu menyebabkan banyak konsumen membutuhkan Madu alami. Peluang ini dijadikan oleh petani-petani lebah palsu yang memalsukan madu dengan harga yang cukup murah dibandingkan dengan harga asli pada madu alam.

Data Potensi HHK dan HHBK Desa Rempek

pembibitan

Sejak berdiri 26 Agustus 1960 lalu, Desa Rempek memiliki potensi yang melimpah baik sumber daya alam maupun sumber daya manusianya. Dengan kondisi geografis yang berdekatan langsung dengan hutan sebagai salah satu penyokong ekonomi masyarakat Desa Rempek.

Dokumen-Dokumen Perjanjian Kemitraan Kehutanan

Sejak memfasilitasi masyarakat pinggir hutan di 4 lokasi 2 tahun terakhir yakni Lombok Barat, Lombok Timur, Lombok Utara, dan Lombok Tengah, Yayasan Samanta telah berhasil mendorong kelompok-kelompok untuk mendapatkan hak pengelolaan hutan baik dengan skema HKm, HTR, HTI maupun Kemitraan kehutanan. Berikut daftar kelompok masyarakat hutan yang telah ijin dan dokumen ijinnya: