RATMAYU, Pioner Perubahan

RATMAYU, Pioner Perubahan

Wajah Ratmayu me­nyinarkan kebaha­giaan dan kebanggaan. Bapak satu putri ini te­lah berhasil mengajak warga Dusun Tumpang Sari, Desa Mekar Sari bermusyawarah memperbaiki pipa air minum. Ini salah satu pencapaian kerja sebagai Kepala More »

Strategi Mewujudkan Perubahan Kebijakan Pemerintah Desa

Strategi Mewujudkan Perubahan Kebijakan Pemerintah Desa

Laporan L Khaerul Anwar (Pendamping Program Peduli NTB) Dari 8 dusun yang ada di Desa Mekarsari Ke­cama­tan Suela Kabu­paten Lombok Timur, Tumpang Sari merupakan yang tertinggal. sejak tahun 2011 akses jalan menuju More »

MEORUMBA  MENUJU PERUBAHAN

MEORUMBA MENUJU PERUBAHAN

Pelayanan kesehatan di Desa Meorumba dalam dua tahun terakhir mengalami peningkatan yang cukup menggembirakan. Sudah tidak adanya anak-anak yang mengindap gizi buruk, maupun kematian ibu anak yang terlambat tertangani saat persalinan serta More »

Kondisi Hutan Di Provinsi NTB

Kondisi Hutan Di Provinsi NTB

Pemerintah Harus Radikal  Tangani Masalah Illegal Loging Mataram- Mengatasi pembalakan liar (Illegal loging ) tidak bisa lagi dengan cara-cara biasa. Akan tetapi harus dengan cara yang lebih radikal, hal ini diungkapakan oleh More »

Hilangnya Panggaiyang dan Parinna di Sawah Kami

Hilangnya Panggaiyang dan Parinna di Sawah Kami

“Namanjaku, maringu” Nahuhu, manggaluwang Nahamu ma na tana Ngia pandaula wihinda Baruku mila etina I ama mbulu, i ina mbulu (Damai dan sejahtera Berlimpah susu dan madu Betapa baiknya alam Tempat kita More »

Kabihu Mengusirku,  Mereka pun tetap Saudaraku

Kabihu Mengusirku, Mereka pun tetap Saudaraku

“Sekalipun saya mati, seribu orang yang me­ngubur saya, hamba tetap hamba. Tak mungkin saya naik menjadi raja.” Walau terusir dari kabihu (suku) Tanarara karena peri­lakunya yang dianggap mencemarkan kabihu, bahkan rumah yang More »

 

Strategi Mewujudkan Perubahan Petani HTR & HKm Lombok Tengah

Hasil Pembuatan Teras

MoH Hizam ( Foto Hasil Pembuatan Teras)

SAMANTA Foundation – Sebagai rangkaian dari program ” Kemakmuran Hiaju” yang dilaksanakan oleh SAMANTA berkerja sama dengan kemitraan dan didukung oleh MCAI, Masyarakat Petani HTR  Desa Batu Jangkih dan Petani HKm Desa Aik Berik dan Desa Lantan melakukan kegiatan ” Pelatiahan Wanatani”  yang dilaksanakan di masing-masing desa.

Lombok Tengah memiliki hutan seluas 23,726 ha, terdiri-dari 11.453 ha hutan lindung, 3.300 ha hutan produksi dan 6.824 ha hutan konservasi.  Lahan kritis di kawasan hutan di Lombok Tengah mencapai sekitar 4,400 ha atau 18,5 % dari luas hutan (Dishut NTB, 2014).

Ada 4 desa lokasi proyek yang areal hutannya dalam kategori kritis, yaitu Kabul, Mangkung, Batu Jangkih dan Pandan Indah Keempat desa ini sudah memiliki ijin HTR sejak 2011 dan sebagian calon pengelola kemitraan kehutanan di hutan produksi. Sementara 2 desa lainnya, Aik Berik dan Lantan  merupakan area HKm di hutan lindung yang sudah mendapai ijin sejak tahun 2010.

Namun pengelolaan areal ijin HTR, HKm dan kemitraan kehutanan belum dikelola dengan optimal. Hal ini salah satunya disebabkan oleh tidak adanya pengetahuan tentang wana tani. Kegiatan pertanian di areal hutan dilakukan secara tradisional dan cenderung tidak produktif dan berkelanjutan. Kondisi hutan cenderung diorientasikan untuk kepentingan ekonomi (tapi tidak produktif), ketimbang mengkombinasikan tanaman pohon hutan dengan tanaman pertanian jangka pendek.

Secara konsep wanatani merupakan system pertanian yang mengkombinasikan berbagai jenis tanaman yang di tanam dalam satu lahan berbasis pada kehutanan.

Secara konsep system wanatani merupakan system yang sudah sering dilakukan dan di terapkan oleh para pendahulu kita dalam pengelolaan lahan pertanian ” Kata Amaq Dopel Selaku Ketua Koprasi Serba Maju Bersama”, namun kita sering kali melupakan, bahkan mengabaikannya, karena perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tentang pertanian yang terus meningkat, padahal system wanatani menjadi system yang efektif dan sangat menguntungkan dalam berbagai aspek yaitu apsek ekonomi, ekologi maupun aspk sosial.

Dalam  pelatihan tersebut peserta diberikan materi tentang bagaimana mengelola lahan hutan dengan menggunakan sisitem pertanian wanatani, tetapi peserta juga diberikan pengetahuan dan keterampilan bagaimana caranya melakukan pemuliaan terhadap lahan yang ada, yaitu dengan diberikan keterampilan bagaimana teknik melakukan konservasi terhadap tanah dan air supaya lahan atau tanah tidak mengalami kerusakan, tidak terjadi erosi, banjir, longsor dan bagaimana menjaga agar kesuburan tanah tetap terjaga.

Pada hari pertama dilakukannyan pelatiahan ini,  peserta merasa sanksi untuk bisa menerapkan system pertanian wanatani, karena dalam anggapan peserta, system ini membutuhkan tahapan-tahapan yang cukup lama dan cukup rumit, di samping itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit juga.

Pada hari kedua, peserta diberikan kesempatan untuk mempraktekkan bagaimana melakukan konservasi terhadap tanah. Peserta di latih teknik menggunakan alat sederhana  untuk menentukan titik kuntur lahan yang miring dengan segi tiga ‘A’ dan ondol-ondol, tujuannya adalah untuk membuat teras supaya lahan yang miring tidak mengalami erosi, mengurangi aliran air dipermukaan dan menjaga kesuburan tanah.

Alat sederhana untuk menentukan titik kuntur lahan yang miring dengan segi tiga ‘A’

Alat sederhana untuk menentukan titik kuntur lahan yang miring dengan segi tiga ‘A’

“Wah, teknik ini bagus dan sangat cepat dan sebenarnya teknik ini sudah kami lakukan, hanya saja tidak menggunakan alat sperti ini, dibuat asal begitu saja”, kata amaq kohal salah satu peserta dari kelompok bunga hijau dusun peperek desa batu jangkih dengan antosiasnya sambil menggali mempraktekkan cara pembuatan teras.

Setelah mencoba dengan melakukan praktek, peserta mempunyai kesan yang positif dan merasa bahwa system pertanina wanatani ini sangat baik dan cocok untuk diterapkan di kawasan Hutan produksi dengan kondisi lahan dengan tingkat kemiringan yang cukup tinggi.

Di akhir pelatihan peserta di bagi dalam kelompok-kelompok, masing-masing diberikan pengetahuan bagaimana melakukan perencanaan supaya pengelolaan hutan menjadi baik dan mempunyai hasil yang meningkat dengan tanpa mengganggu tanaman kehutanan dan hasil dari diskusi kelompok tersebut dijadikan sebagai rencana tindak lanjut yang nantinya akan dilaksanakan oleh kelompok masing-masing.

 

 

Gawat Hutan Sekeper Dijarah Pemerintah Gak Tahu

Cukup Memprihatinkan : Seperti inilah kondisi hutan Sekeper di Desa Santong, Kec. Kayangan, Lombok Utara Beberapa Pohon ditebang oleh para pelaku illegal logging.

Kondisi Hutan Sekeper di Desa Santong, Kec. Kayangan Lombok Utara

Kondisi Hutan Sekeper di Desa Santong, Kec. Kayangan Lombok Utara

Hukum & Kriminal

Aparat penegak hukum dan pemda memeriksa sejumlah usaha pengelola kayu yang ada di wilayah Narmada dan Gunung sari, Lobar

Aparat Penegak Hukum & Pemda Tangkap Pengelola Kayu Haram

RATMAYU, Pioner Perubahan

12189885_876359872460920_8824402482064198768_n
_mg_0377jhkjh

Ratmayu, Kadus Tumpang Sari

Wajah Ratmayu me­nyinarkan kebaha­giaan dan kebanggaan. Bapak satu putri ini te­lah berhasil mengajak warga Dusun Tumpang Sari, Desa Mekar Sari bermusyawarah memperbaiki pipa air minum. Ini salah satu pencapaian kerja sebagai Kepala Dusun (Kadus).
Tahun 2011, dia terpilih menjadi Kepala Dusun Tumpang Sari. Sejak diangkat menjadi kepala dusun Tumpang Sari, Ratmayu tidak pernah berhasil mengajak warganya untuk gotong-royong. Dari sejak awal Ratmayu merasakan ada yang salah de­ngan permasalan di dusunnya, tetapi selama ini Ratmayu mengalami ke­sulitan harus memulai dari mana untuk menemukan akar permasalahan dan bagaimana cara mengatasinya. Sebagai kepala dusun, dia adalah aktor kunci penghubung Program Peduli yang dilakukan bersama Samanta yang bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat atas pelayanan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

Strategi Mewujudkan Perubahan Kebijakan Pemerintah Desa

erul-lagi

Laporan L Khaerul Anwar (Pendamping Program Peduli NTB)

Dari 8 dusun yang ada di Desa Mekarsari Ke­cama­tan Suela Kabu­paten Lombok Timur, Tumpang Sari merupakan yang tertinggal. sejak tahun 2011 akses jalan menuju dusun ini rusak parah (berbatu dan tanah), rendahnya tingkat pengetahuan atau pendidikan mencapai 14%, sarana dan prasarana air bersih rusak, Jaminan Kesehatan seperti Jamkesmas, Jamkesda dan jenis layanan lain yang hanya didapatkan oleh 11 KK dari 153 KK dan masih banyak bentuk ketertinggalan lainya.

MEORUMBA MENUJU PERUBAHAN

dsc00150-bla-bla

Pelayanan kesehatan di Desa Meorumba dalam dua tahun terakhir mengalami peningkatan yang cukup menggembirakan. Sudah tidak adanya anak-anak yang mengindap gizi buruk, maupun kematian ibu anak yang terlambat tertangani saat persalinan serta antusias masyarakat desa dalam memanfaatkan layanan kesehatan menjadi salah satu bukti tingkat kesehatan masyarakat sudah membaik. Tidak salah kemudian desa tersebut menjadi desa persiapan Desa Siaga Kesehatan. Selain pelayanan kesehatan yang disasar dalam Program Peduli, layanan dasar lainnya seperti pengurusan adminduk juga menjadi targetnya.

Kondisi Hutan Di Provinsi NTB

Kondisi Hutan di Batu Jangkih Lombok Tengah

Pemerintah Harus Radikal  Tangani Masalah Illegal Loging

Mataram- Mengatasi pembalakan liar (Illegal loging ) tidak bisa lagi dengan cara-cara biasa. Akan tetapi harus dengan cara yang lebih radikal, hal ini diungkapakan oleh Sekertaris Komisi II DPRD NTB Yek Agil, kemarin (4/10/16).

Hilangnya Panggaiyang dan Parinna di Sawah Kami

senandung 1

Namanjaku, maringu”
Nahuhu, manggaluwang
Nahamu ma na tana
Ngia pandaula wihinda
Baruku mila etina
I ama mbulu, i ina mbulu

(Damai dan sejahtera
Berlimpah susu dan madu
Betapa baiknya alam
Tempat kita bersuka ria
Karena kasihnya
Oleh Tuhan, Sang pemelihara)

Kabihu Mengusirku, Mereka pun tetap Saudaraku

lutaaa

“Sekalipun saya mati, seribu orang yang me­ngubur saya, hamba tetap hamba. Tak mungkin saya naik menjadi raja.”
Walau terusir dari kabihu (suku) Tanarara karena peri­lakunya yang dianggap mencemarkan kabihu, bahkan rumah yang dibangun dengan susah payah pun dibakar, tak membuat Luta Ndaku Nau dendam terhadap sukunya.

Gubenur NTB Cabut Izin

sekaroh

Cabut Gugatan

Bukti SK Gubernur Batalkan Izin Dua Investor Sekaroh Cukup Kuat

 Suara NTB – Dua investor yang menggugat Surat Keputusan (SK) Gubernur tentang pembatalan izin investasi di kawasan Hutan Sekaroh Lombok Timur (Lotim) mencabut gugatannya di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Mataram. Pencabutan gugatan ini dinilai karena pencabutan itu memiliki landasan hukum yang kuat.